Beranda / Berita / Nasional / Peluang Belajar Budaya Pendidikan Jepang melalui Webinar BPSDM Kemendagri

Peluang Belajar Budaya Pendidikan Jepang melalui Webinar BPSDM Kemendagri

Jum`at, 10 Februari 2023 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kegiatan webinar  BPSDM HEBAT (Humble, Emphaty, Believe, Agile, and Tangible) Sesi ke-2 dengan tema “Pengenalan Budaya Pendidikan Jepang dan Huruf Hiragana”, Jumat (10/2/2023). [Foto: Puspen Kemendagri]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggandeng Komunitas Alumni Jepang di Indonesia (KAJI) untuk menyelenggarakan Webinar BPSDM HEBAT (Humble, Emphaty, Believe, Agile, and Tangible) Sesi ke-2 dengan tema “Pengenalan Budaya Pendidikan Jepang dan Huruf Hiragana”, Jumat (10/2/2023).

Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Hariyono dalam sambutannya menyampaikan, webinar ini merupakan seri kedua. Dirinya sangat mengapresiasi kolaborasi antara Kemendagri dengan KAJI untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM). 

Dia menegaskan, kunci utama mewujudkan Indonesia Emas 2045 adalah SDM. Selain itu, Indonesia perlu belajar banyak dari Jepang, khususnya dalam pengelolaan budaya dan mempertahankan akar budayanya.

Webinar yang dimoderatori oleh Silvany Dianita tersebut menghadirkan dua narasumber, yaitu Fachrurrozi atau yang dikenal dengan panggilan Ozi dan Alvin Mariogani. 

Dalam penyampaian materi, Ozi menjelaskan bahwa bahasa Jepang bukan merupakan hasil pemikiran mereka sendiri, melainkan diambil dari aksara Cina dan Kanji. Dia menambahkan, bahasa Jepang merupakan pintu masuk untuk bereksplorasi dan memaksimalkan kegiatan budaya dan bahasa Jepang. 

Sementara itu, Alvin memaparkan bahwa hiragana adalah huruf yang pertama kali dikenal oleh anak SD dalam menulis dan menjadi dasar bagi penulisan huruf lain seperti Katakagana dan Kanji. Dia berharap, pemahaman tentang budaya dan bahasa Jepang dapat diimplementasikan secara nyata di masa depan dan peserta tidak bosan untuk belajar. 

Terakhir, Silvany menyebutkan bahwa acara ini diharapkan dapat menjadi forum silahturahmi bagi aparatur untuk belajar bahasa Jepang dan peserta bisa kembali hadir pada agenda berikutnya. [PK]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda