DIALEKSIS.COM | Jakarta - Produksi padi nasional pada musim tanam gadu tahun ini diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat potensi panen padi pada Juli-September 2025 mencapai 3,07 juta hektare, naik 11,33 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dengan luas panen itu, produksi Gabah Kering Giling (GKG) diperkirakan mencapai 15,76 juta ton atau bertambah 1,59 juta ton dari 2024. Sementara produksi beras konsumsi diprediksi tembus 9,08 juta ton, tumbuh 11,17 persen secara tahunan.
"Panen gadu tahun ini menjadi momentum positif karena selain menjaga pasokan beras nasional, juga menambah pendapatan petani dengan adanya HPP baru Rp6.500 per kg," kata Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro, Jumat (29/8/2025).
Menurut Yudi, peningkatan produksi tak lepas dari kesiapan petani, penggunaan benih unggul, serta dukungan pemerintah, mulai dari bantuan alat mesin pertanian hingga pupuk dan irigasi.
Lembaga pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) dalam laporan Food Outlook - Biannual Report on Global Food Markets edisi Juni 2025, memproyeksikan produksi beras Indonesia akan mencapai 35,6 juta ton pada musim tanam 2025/2026.
FAO menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat dunia setelah India, China, dan Bangladesh. India diperkirakan memproduksi sekitar 146,6 juta ton, China 143 juta ton, dan Bangladesh 40,7 juta ton.
Sementara Indonesia mencatatkan pertumbuhan produksi paling tinggi di antara negara produsen utama, yakni meningkat 4,5 persen dibandingkan musim tanam sebelumnya yang sekitar 34 juta ton. [*]