Beranda / Berita / Nasional / Mobil Diderek Dishub, Ratna Sarumpaet Bantah Karena Intervensi Anies

Mobil Diderek Dishub, Ratna Sarumpaet Bantah Karena Intervensi Anies

Rabu, 04 April 2018 15:03 WIB

Font: Ukuran: - +


Dialeksis.com, Jakarta - Aktivis Ratna Sarumpaet membantah jika mobilnya yang tidak jadi diderek oleh Dishub DKI Jakarta bukan karena intervensi Gubernur Anies Baswedan.

Melalui akun twitternya, Ratna menegaskan mobilnya dikembalikan karena dia bersikeras tidak pernah melanggar aturan parkir.

"Dishub ngantar pulang mobilku BUKAN atas perintah Pak @aniesbaswedan tapi krn sy menolak mengambilnya di Dishub. Kenapa? Karena yg salah Dishub. Sy tidak melanggar apa2. Tidak ada rambu larangan parkir disana, tau2 mobil diderek, tanpa mengajak sy bicara padahal saya ada disana," kata Ratna lewat akun @RatnaSpaet, Rabu (4/4)

Ratna mengaku dia sedang berada di dalam mobil ketika petugas Dishub menderek mobilnya.

"Sy tidak langgar rambu lalu lintas. DISHUB main derek tanpa ajak bcr pdhl sy di dalam mobil. Sy msh bcr dgn petugas y lain mobil sy sdh dibawa kabur. Sy memang menolak ambil mobil dari Dishub. Sy meminta Dishub kembalikan ke rumah sy, menebus ulah mereka asal derek dan kasar," kata Ratna.

Aksi derek mobil Ratna oleh petugas Dishub tersebar dan hangat diperbincangkan di media sosial. Dalam video tersebut, Ratna juga diketahui sempat menyatakan akan menelpon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Viralnya video aktivis Ratna Sarumpaet yang tak terima mobilnya di derek oleh petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta mendapat respons dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Sandi menyebut Ratna Sarumpaet memang melanggar aturan yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2014 tentang transportasi.

"Melanggar (Ratna Sarumpaet) itu, karena di Perda itu tak mengharuskan adanya rambu tapi memang tidak boleh parkir di tempat yang tidak ada lahan parkirnya," kata Sandi di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (4/4).

Kendati demikian, Sandi memaklumi jika masih banyak warga yang belum mengetahui terkait aturan tersebut. Maka kata dia perlu ada sosialisasi secara bertahap dan menyeluruh agar kejadian serupa tak terulang.

"Kami ingin berikan sosialisasi ke masyarakat untuk lebih patuh, kan nggak harus ada rambu yah tapi (larangan) itu memang berlaku di seluruh wilayah Jakarta," kata dia.

Sandi kemudian menyebut masyarakat yang melanggar, siapapun itu memang harus diberikan shock therapy. Tak terkecuali Ratna Sarumpaet yang diketahui menjadi tim pendukung Anies-Sandi pada masa Pilgub 2017 lalu.

"Ya (diderek) untuk shock therapy. Yang penting masyarakat tahu kalau itu (parkir sembarangan) nggak boleh," kata dia.

Kejadian didereknya mobil milik Ratna Sarumapet ini memang terekam dalam sebuah video yang kemudian viral. Dalam Video itu Ratna tak terima dengan petugas yang memasang alat derek di mobilnya.

Ratna pun menyebut akan menelpon Anies Baswedan terkait hal ini. Tak berapa lama diketahui Ratna berhasil menelpon Anies, namun diterima oleh stafnya. Dalam perbincangan itu diketahui mobil milik Ratna bisa segera diambil tanpa melalui proses tilang. (CNN)

Keyword:


Editor :
Sammy

riset-JSI
Komentar Anda