Kamis, 02 Juli 2026
Beranda / Berita / Nasional / Komdigi: Influencer Daerah Jadi Sasaran Utama Operasi Spam Judi Online

Komdigi: Influencer Daerah Jadi Sasaran Utama Operasi Spam Judi Online

Rabu, 01 Juli 2026 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Dirjen Alexander Sabar menyampaikan keterangan kepada awak media di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat. [Foto: DRA/Komdigi]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menemukan perkembangan baru dalam pola penyebaran promosi judi online di media sosial. Jika sebelumnya aktivitas tersebut banyak ditemukan di satu platform, kini operasinya terdeteksi berlangsung secara bersamaan di sejumlah platform digital dan mulai menyasar influencer serta kreator konten daerah.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengatakan hasil analisis terbaru menunjukkan aktivitas spam judi online kini muncul di Instagram, TikTok, Facebook, X, hingga YouTube.

"Kami mendeteksi perluasan operasi spam judi online yang kini tidak lagi terbatas pada satu platform digital saja. Selain Instagram, aktivitas serupa juga teridentifikasi secara bersamaan di TikTok, Facebook, X, dan YouTube," ujar Alexander yang dikutip pada Rabu (1/7/2026).

Menurut Alexander, sebelumnya Komdigi telah mengidentifikasi pola penyebaran promosi judi online melalui akun-akun tidak autentik yang dioperasikan menggunakan bot. Akun tersebut meninggalkan komentar berulang dengan berbagai variasi kata kunci dan tagar untuk menghindari sistem moderasi otomatis platform.

Komdigi juga mencatat adanya perubahan sasaran penyebaran spam. Jika sebelumnya akun media sosial instansi pemerintah menjadi target utama, kini pelaku lebih banyak mengincar influencer dan kreator konten daerah yang memiliki jumlah pengikut besar.

Alexander mengungkapkan sekitar 52 persen target spam judi online mengarah kepada akun influencer daerah. Menurutnya, kelompok ini dipilih karena memiliki tingkat kepercayaan audiens yang tinggi, interaksi yang kuat dengan pengikut, serta moderasi komentar yang relatif lebih rendah sehingga komentar promosi dapat bertahan lebih lama.

Ia menambahkan, Instagram dan TikTok menjadi platform dengan volume serangan tertinggi karena banyak digunakan oleh kreator konten daerah. Sementara itu, Threads belum menjadi sasaran utama karena jumlah penggunanya masih relatif lebih sedikit.

Komdigi juga menemukan bahwa operasi spam tersebut dijalankan menggunakan bot yang berasal dari India dan Brasil. Aktivitas itu dikendalikan oleh jaringan agen warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi bagian dari ekosistem white-label dengan lebih dari 138 agen aktif.

Alexander mengatakan potensi peningkatan aktivitas spam masih terbuka hingga penyelenggaraan Piala Dunia berakhir pada 19 Juli 2026.

Sebagai tindak lanjut, Komdigi terus berkoordinasi dengan penyelenggara platform digital untuk mempercepat penanganan akun yang diduga menyebarkan promosi judi online.

Komdigi juga meminta seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memperkuat moderasi konten, meningkatkan deteksi terhadap aktivitas akun tidak autentik, serta mempercepat penanganan komentar maupun konten yang mengandung promosi judi online.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak mengakses, membagikan, ataupun berinteraksi dengan konten promosi judi online. Komdigi juga mengajak masyarakat aktif melaporkan akun atau konten yang diduga melanggar agar ruang digital Indonesia tetap aman dan sehat. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes