Minggu, 30 November 2025
Beranda / Berita / Nasional / Ketua DPP APINDO Aceh: Distribusi Sembako Terputus, Dunia Usaha dan Warga Terancam Lumpuh

Ketua DPP APINDO Aceh: Distribusi Sembako Terputus, Dunia Usaha dan Warga Terancam Lumpuh

Minggu, 30 November 2025 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Aceh, Ramli. Foto: doc Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Aceh, Ramli, mengingatkan bahwa gangguan akses transportasi akibat banjir dan tanah longsor telah menimbulkan dampak serius terhadap distribusi sembako dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah terdampak. Dalam keterangannya melalui Dialeksis melalui sambungan seluler, Ramli menegaskan bahwa hingga hari ini, jalur distribusi utama belum dapat ditembus secara optimal.

“Akses jalan banyak yang terputus. Truk distribusi tidak bisa bergerak. Kondisi ini membuat suplai sembako ke daerah terdampak betul-betul tersendat. Masyarakat mulai mengalami kelangkaan kebutuhan pokok,” kata Ramli.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut tidak hanya mengancam ketahanan pangan di wilayah terpukul bencana, tetapi juga memukul roda pergerakan dunia usaha yang bergantung pada kelancaran distribusi barang.

“Dunia usaha juga terpukul. Gudang penuh barang, tapi tidak bisa dikirim. Pada saat yang sama, masyarakat di daerah banjir menjerit karena tidak ada suplai. Ini situasi yang membutuhkan intervensi langsung pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh,” ujarnya.

Menurut Ramli, masih banyak titik lokasi yang belum tersentuh bantuan logistik karena jalur transportasi tertutup total oleh luapan banjir dan timbunan longsor. Sebagian warga, kata dia, sudah kehabisan bahan makanan dan air bersih.

“Ada desa yang hingga empat hari tidak tersentuh distribusi. Warga bertahan seadanya. Ini tidak boleh dibiarkan. Distribusi kebutuhan tanggap darurat harus dipercepat dan diperluas,” tegasnya.

Ramli juga menyoroti pentingnya percepatan pembukaan akses jalan sebagai faktor utama untuk memulihkan aktivitas ekonomi dan memperlancar bantuan. Ia menilai penanganan bencana harus bergerak simultan antara pembukaan akses, distribusi bantuan, dan stabilisasi harga barang.

“Akses jalan itu urat nadi perekonomian. Selama jalur transportasi tidak dibuka, semua proses dari distribusi bantuan hingga pemulihan ekonomi akan terganggu. Pemerintah harus menjadikan ini prioritas utama,” ujarnya.

Sebagai Ketua APINDO, Ramli menambahkan bahwa kalangan pengusaha siap membantu, namun membutuhkan dukungan pemerintah, terutama dalam percepatan pembukaan akses dan penyediaan armada alternatif.

“Jika jalur darat tidak memungkinkan, pemerintah harus mengaktifkan jalur udara dan laut. Gunakan helikopter, kapal logistik, atau apa pun yang memungkinkan untuk menjangkau daerah yang terisolasi. Ini soal keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Ramli juga mengingatkan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok apabila distribusi tetap terhambat. Ia mendorong pemerintah untuk menggelar operasi pasar serta menindak tegas spekulan yang berusaha memanfaatkan situasi darurat.

“Ketika distribusi terputus, risiko lonjakan harga sangat besar. Jangan sampai masyarakat yang sedang ditimpa musibah justru terbebani lagi oleh kenaikan harga. Pemerintah harus hadir memastikan stabilitas pasokan dan harga,” tutup Ramli.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI