Beranda / Berita / Nasional / Ketahanan Pangan untuk Cegah Stunting

Ketahanan Pangan untuk Cegah Stunting

Senin, 26 Oktober 2020 14:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi Stunting. [IST]

DIALEKSIS.COM | Lampung - Guru Besar Universitas Lampung (Unila) dan Tim Pakar Indofood Riset Nugraha (IRN) Prof Dr Ir Bustanul Arifin MS mengatakan, kegagalan pemberian nutrisi 1000 hari pertama kehidupan, bisa berdampak pada anak mengalami stuntingatau gagal tumbuh, baik secara fisik maupun kemampuan berpikir.

“Pangan yang rawan adalah di 1000 hari pertama kehidupan, ini teori solid. Karena berhubungan dengan pembentukan otak manusia, gizi jangan sampai buruk, jangan asal kenyang. Jangan main-main dengan 1000 hari pertama, karena anak Anda konsekuensinya,” kata Bustanul Arifin saat berbicara di acara simposium daring yang mengangkat tema “COVID-19 & Sistem Pangan Berkelanjutan: Dampak, Tantangan & Peluang Bagi Industri Pangan” yang dihelat Indofood Sukses Makmur, melansir SINDOnews, Senin (26/10/2020).

Menurut Bustanul, pemberian nutrisi ini, diversifikasi atau keanekaragaman sumber pangan juga diperlukan. Sumber karbohidrat misalnya, tidak melulu harus dari nasi, sehingga masyarakat disarankan jangan terlalu bergantung pada beras.

"Karbohidrat jangan yang terlalu banyak beras, cari yang kompleks, rendah indeks glikemik, seperti ubi jalar, ubi kayu, kentang sedang tren, kalau bisa dari tanah lokal," kata dia.

Tak bisa dimungkiri, di masa pandemi COVID-19, ketahanan pangan jadi hal penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan kebutuhan gizi masyarakat.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Tim Pakar Indofood Riset Nugraha (IRN) Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi MSc mengatakan, gangguan sistem distribusi di masa pandemi bisa mempengaruhi pola konsumsi dan status gizi, khususnya bagi populasi rentan.

“Stres pada sistem pangan bisa berakibat serius. Hubungan langsungnya, asupan pangan yang baik akan berikan gizi baik yang berguna bagi peningkatan daya tahan tubuh yang sangat perlu di masa pandemi sekarang ini,” kata Purwiyatno.

Menurut Prof Purwiyatno, Tim Satgas COVID-19 telah mengidentifikasi bahwa daya tahan tubuh yang baik merupakan prasyarat cegah penularan COVID-19 penanganan COVID. “Daya tahan tubuh yang baik juga meningkatkan peluang sembuh bagi mereka yang sakit COVID-19,” kata dia. (SINDOnews)

Keyword:


Editor :
Sara Masroni

riset-JSI
Komentar Anda