Kamis, 22 Oktober 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kemenag Latih Musyrif dan Musyrifah Cegah Kekerasan di Pesantren

Kemenag Latih Musyrif dan Musyrifah Cegah Kekerasan di Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Narasumber Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren Bagi Musyrif dan Musrifah. [Foto: Humas Kemenag]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) PINTAR. Pelatihan ini bertujuan membekali musyrif dan musyrifah dengan pemahaman tentang pencegahan kekerasan, khususnya kekerasan seksual, di lingkungan pesantren.

Penasihat Menteri Agama bidang Penguatan Moderasi Beragama dan Karakter Bangsa, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini penting untuk mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Alissa menyoroti praktik pendisiplinan yang tidak tepat dan berpotensi memicu hukuman fisik. Tradisi disiplin yang tegas, kata dia, tidak seharusnya menjadi pembenaran bagi tindakan kekerasan.

“Tradisi pesantren yang menerapkan disiplin yang cukup tegas itu seringkali memerangkap para musyrif-musyrifah untuk tegas sama dengan menggunakan hukuman fisik,” ujar Alissa di Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Pusbangkom SDM) Pendidikan dan Keagamaan Kemenag, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, praktik kekerasan berisiko terus berulang, baik antarsantri, seperti senior terhadap junior, maupun yang melibatkan pengasuh. Karena itu, pendamping santri perlu memahami persoalan kekerasan sekaligus berperan sebagai agen perubahan.

Melalui pelatihan daring di MOOC PINTAR, Kemenag berharap materi dapat diakses lebih luas dan fleksibel. Para peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk membangun ekosistem pesantren yang ramah, humanis, dan bebas dari kekerasan. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI