Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Nasional / Kapal Kepil Pertamina Tenggelam di Belawan, Tiga ABK Selamat

Kapal Kepil Pertamina Tenggelam di Belawan, Tiga ABK Selamat

Rabu, 11 September 2019 16:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: CNN Indonesia)


DIALEKSIS.COM | Medan - Kapal kepil (mooring boat) PMB VI milik Pertamina tenggelam di Perairan Belawan, sekitar 8 mil sebelah Timur Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara, Selasa (10/9/2019) malam. Akibatnya seorang nakhoda meninggal dan tiga orang anak buah kapal (ABK) luka-luka.

Tiga ABK yang selamat yakni Nanda Armanda (28), Ahmad Gufroni (36) dan Ades Pranata Sitepu (22). Mereka dirawat di RS TNI AL untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, Rudi Prayouw, nakhoda kapal PMB VI meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh pada Rabu (11/9/2019), kejadian berawal saat kapal dengan nakhoda beserta ketiga ABK sedang melepas tali sembari membuka selang kapal tanker milik Pertamina. Kegiatan dilakukan seusai membongkar muatan BBM melalui Bouy Pipa Pertamina Single point Mooring (SPM) di tengah laut ke Depo Pertamina Labuhan.

Para ABK tengah melaksanakan proses lepas sandar Kapal MT Enduro. Kapal kapasitas 40 ribu deadweight tonnage (DWT) yang mengangkut solar tersebut, telah menyelesaikan pembongkaran muatan. Ketika kapal PMB VI membawa selang menjauh dari MT Enduro, tiba-tiba cuaca memburuk dengan cepat dan drastis.

Seperti dilansir CNN Indonesia, mesin kapal itu mati. Padahal, saat itu ujung selang minyak masih tersangkut pada haluan kapal itu. Kapal PMB VI dihantam ombak besar dan angin kencang hingga menyebabkan kapal menghantam MT Enduro dan terbalik.

Akibatnya tiga ABK tercebur ke laut. Tim penyelamat berhasil mengangkat tiga korban dari laut. Mereka langsung dilarikan ke RS TNI AL. Sedangkan, Rudi Prayouw, nakhoda kapal PMB VI sempat terjebak di dalam kapal. Ketika ditemukan, kapten kapal telah meninggal dunia.

"Saat ini kami sudah melayat ke rumah duka. Kami turut berbelasungkawa atas peristiwa ini," kata Roby Hervindo selaku Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I.

Roby menjelaskan saat kejadian nakhoda kapal tertahan di dalam ruang kemudi dan tidak mampu menyelamatkan diri. Sedangkan ketiga ABK sempat melompat dari atas kapal sebelum kapal itu tenggelam. Para korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RS TNI AL Komang Makes di Jalan Bengkalis Kelurahan Belawan 1, Kecamatan Medan Belawan.

"Total ada empat orang di dalam kapal. Tiga orang berhasil diselamatkan dan satu orang malangnya tewas. Ini murni akibat cuaca, kapal dihantam ombak dan tenggelam," ujar Roby.(cnn)

Editor :
Zulkarnaini

Berita Terkait
    Komentar Anda