Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Jelang Nyepi, Penyeberangan Jawa–Bali Ditutup Sementara, Ini Jadwal Lengkapnya

Jelang Nyepi, Penyeberangan Jawa–Bali Ditutup Sementara, Ini Jadwal Lengkapnya

Sabtu, 07 Maret 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Jelang Nyepi, Penyeberangan Jawa–Bali Ditutup Sementara, Ini Jadwal Lengkapnya.[Foto: asdp]


DIALEKSIS.COM | JAKARTA - Layanan penyeberangan di sejumlah lintasan menuju Bali akan dihentikan sementara selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Kebijakan ini dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian sekaligus mengatur mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Penghentian operasional tersebut dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di beberapa pelabuhan utama yang menghubungkan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Penyesuaian jadwal ini mengacu pada pengaturan operasional penyeberangan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengatakan kebijakan tersebut juga mempertimbangkan tingginya potensi mobilitas masyarakat pada Maret 2026 karena momentum Nyepi berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran. “Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik,” kata Aan dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, penyesuaian operasional akan berlaku di sejumlah pelabuhan, antara lain Pelabuhan Ketapang mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB, Pelabuhan Gilimanuk pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA, Pelabuhan Lembar pada 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA, serta Pelabuhan Padangbai pada 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran layanan penyeberangan menjelang periode mudik. “Kami berkomitmen menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama agar perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar,” ujar Heru.

ASDP memproyeksikan mobilitas selama Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan secara nasional. Untuk mendukung kelancaran layanan, perusahaan juga menambah jumlah kapal di lintasan Ketapang“Gilimanuk serta menyiagakan ratusan personel di pelabuhan dan titik pengendalian arus kendaraan.[in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI