Beranda / Berita / Nasional / HNSI Bangka Gelar FGD Pemilu Damai

HNSI Bangka Gelar FGD Pemilu Damai

Selasa, 27 November 2018 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Bangka - Dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat nelayan Sungailiat menggunakan media sosial untuk menyampaikan sesuatu kendala terkait problem nelayan yang bisa memicu konflik publik, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka menggelar kegiatan Forum Grup Diskusi (FGD) bertemakan gunakan media informasi sebagai alat pemersatu, Minggu (25/11).

Bertempat di ruang aula pelabuhan perikanan nusantara Sungailiat Bangka, sebanyak 50 warga nelayan, perwakilan kepolisian, pengurus DPC HNSI Bangka, Perwakilan Dinas ESDM, BLHK, KELAUTAN hadir pada kegiatan tersebut. 

Dalam kata sambutannya Tedy selaku perwakilan pihak kepolisian menjelaskan, butuh komunikasi dua arah dalam menyelesaikan masalah. Lebih lanjut Tedy mengatakan informasi yang belum tahu kebenarannya bisa memicu konflik berpotensi pada ketertiban menjelang pemilu 2019 mendatang. 

"Jauh-jauh kita dari Jakarta datang ke Sungailiat ini ingin berkomunikasi langsung terkait problem masyarakat nelayan mengenai penggunaan media sosial untuk menyampaikan segala sesuatu problem yang berpotensi memicu konflik serta berdampak pada ketertiban menjelang pemilu 2019 mendatang," kata Tedy. 

Sementara itu, Hendery Susanto selaku Ketua Kecamatan HNSI Bangka mengatakan pendangkalan muara salah satu penyebab beraktivitasnya penambangan di luar muara. Sulitnya nelayan mendapatkan BBM masih menjadi masalah nelayan Kecamatan Sungailiat saat ini. 

Ditambahkan Hendery susanto kepada pihak PT. Pulo Mas selaku pihak menangani muara sekira 2 bulan ke depan untuk lebih maksimal membuka mulut muara karena musim gelombang besar. Penggunaan medsos bagi nelayan dalam menyampaikan permasalahan di atas agar dikomunikasikan ke HNSI terlebih dahulu, mengingat salah narasi penulisan bisa memicu konflik. Apalgi pemilu sudah dekat yang harus didukung semua lapisan masyarakat.

Nurlian selaku nelayan tangkap Sungailiat menuturkan nelayan dijatahkan 20 liter BBM sedangkan kebutuhan lebih dari yang dijatahkan. "Kita hanya dijatahkan 20 liter pak, sedangkan kebutuhan melaut kita lebih dari itu, jadi tolong lah kepada pihak SPDN agar mengutamakan nelayan ini, selebih itu terserah," tegas Nurlian. (rel)

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda