Beranda / Berita / Nasional / Heboh, Mahasiswa Baru UIN Solo Dipaksa Buat Akun Pinjol Saat Ospek

Heboh, Mahasiswa Baru UIN Solo Dipaksa Buat Akun Pinjol Saat Ospek

Senin, 07 Agustus 2023 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Solo - Mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo mengeluhkan kewajiban registrasi akun pinjaman online (pinjol) yang harus buat saat mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2023, Jumat lalu (4/8/2023). Keluhan tersebut banyak dilontarkan ke akun media sosial Instagram resmi milik Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Raden Mas Said.

Salah satunya, keluhan dari pemilik akun bernama Adri_Gunawan12 yang menulis "Mana nih tanggung jawab moralnya kok kabur gitu aja ? Para maba udah terlanjur nyemplung ke RIBA, suruh verif foto KTP juga. Mencoreng nama baik institut Islam dengan riba". 

Sementara itu keluhan juga datang dari akun lain @Iqbalsyahrul yang melontarkan "Yaa meskipun kita semua berharap bahwa data para MABA ini aman. 

Tapi adanya ini tetap berpotensi merusak citra lembaga, baik lembaga kampus atau DEMANYA sendiri. Mesti dadi guyonan kampus-kampus liyo. Hati-hati penyesalan itu selalu datang di akhir. Kalau di awal namanya pendaftaran, pinjol".

Menanggapi hal itu, Rektor UIN Raden Mas Said Solo, Mudhofir mengakui kecolongan. Dia mengatakan tidak mengetahui sama sekali terkait kegiatan yang mengharuskan para maba registrasi akun pinjol tersebut. 

"Ini perlu diluruskan, kampus tidak tahu menahu. Ini kegiatan mahasiswa yang tidak dilaporkan, makanya ini sedang kita pelajari. Jadi mahasiswa bertindak sendiri tanpa memberitahu ada berita, jadi kami kecolongan," ujarnya, Senin  (7/8/2023).

Ia menegaskan pihak kampus tengah melakukan penyelidikan dan mencari tahu kebenaran terkait kasus tersebut. Pihaknya juga menyiapkan sanksi yang akan diberikan oleh dewan kode etik mahasiswa jika terbukti ada kesalahan pada penyelenggara kegiatan. 

"Itu tanpa koordinasi dengan kami, mestinya tidak ada paksaan (registrasi). Tidak boleh, tapi ini kan mahasiswa bertindak sendiri, nanti akan kami selidiki, dewan kode etik mahasiswa akan menegakkan. Sanksi akan ditentukan dewan kode etik mahasiswa," ungkapnya. 

Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda