Beranda / Berita / Nasional / Diduga Karena Tak Direstui Nikah, Anak Penggal Kepala Ayahnya di Lampung

Diduga Karena Tak Direstui Nikah, Anak Penggal Kepala Ayahnya di Lampung

Rabu, 24 Maret 2021 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Lampung - Seorang pria bernama Kukuh Priyo Waskito alias Jaya (25) yang nekat memenggal kepala ayahnya sendiri, Slamet Riyanto (69) diLampungdiduga karena pernikahannya tak direstui.

Peristiwa ini tepatnya terjadi di Desa Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung pada Senin (22/3) lalu.

Kepala Kampung (Kakam) Sendang Rejo, Hotini mengungkapkan bahwa pelaku sempat meminta kepada orang tuanya untuk dinikahkan.

Namun, diduga orang tuanya tak menyetujui rencana pernikahan hingga akhirnya pelaku nekat melakukan aksi kejinya itu.

"Kalau informasi yang kami terima sementara itu, katanya pelaku ini sempat minta dinikahkan tapi tidak disetujui sama kedua orang tuanya. Tapi yang jelas, kami menyerahkan sepenuhnya mengenai hal itu kepada pihak kepolisian," kata Hotini, Selasa (23/3).

Setelah dipenggal, pelaku juga sempat membawa kepala ayahnya menggunakan karung putih keliling di kampung. Alhasil, aksi tersebut membuat warga sekitar heboh.

Tarmin, salah satu warga, menyebut aksi pelaku itu membuat sejumlah warga yang dekat dengan rumah korban histeris ketakutan dan langsung kabur lari.

"Jadi kepala bapaknya itu, dibawa keliling dan diperlihatkan ke sejumlah warga. Dia (pelaku) ini sambil bilang, 'Wooy bapakku mati, bapakku mati'," kata Tarmin menirukan ucapan pelaku.

Saat kejadian, kata Tarmin, beberapa warga bersama pihak kepolisian berusaha menghentikan aksi tersebut. Aksi pelaku pun akhirnya berhasil dihentikan.

"Di tangan dan bajunya pelaku sudah berlumuran darah semua. Begitu berhasil diamankan, pelaku ditenangkan oleh petugas dan warga dan dia (pelaku) mau tenang. Setelah itu, pelaku dibawa sama petugas dan jenazah korban (ayahnya) diurus oleh petugas kepolisian dibawa ke Rumah Sakit," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas menuturkan ada dugaan bahwa pelaku memiliki gangguan kejiwaan.

Hal itu berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, yang menyebut bahwa pelaku kerap berbicara sendiri dan ada dugaan memiliki gangguan kejiwaan.

"Tapi semua itu belum bisa dipastikan, apakah pelaku ini benar mengalami gangguan jiwa atau tidak dan itu nanti kita buktikan hasilnya melalui RSJ," ucap Edi.[CNN Indonesia]

Keyword:


Editor :
M. Agam Khalilullah

riset-JSI
Komentar Anda