DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Media online Dialeksis.com kembali menorehkan capaian membanggakan di tengah persaingan ketat industri media digital di Aceh.
Dalam pemeringkatan ATS Top 100 periode 17 Mei 2026, Dialeksis.com berhasil meraih posisi kedua sebagai salah satu portal media online paling berpengaruh dan aktif di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
ATS atau Aceh Top Statistik dikenal sebagai salah satu publikasi pemeringkatan media digital yang cukup diperhatikan oleh pelaku industri media lokal.
Pemeringkatan ini menilai performa sejumlah portal berita berdasarkan berbagai indikator yang berkaitan dengan aktivitas digital, konsistensi publikasi, serta keberlangsungan media di tengah perkembangan arus informasi yang semakin cepat.
Dalam keterangan yang dirilis penyelenggara ATS Top 100, disebutkan bahwa pemeringkatan tahun ini hanya mencakup 50 domain terpilih. Pembatasan tersebut dilakukan karena adanya keterbatasan kuota data API yang digunakan dalam proses pengumpulan dan evaluasi data media digital.
Selain itu, ATS juga menerapkan sejumlah kriteria baru sejak Maret 2026. Salah satu poin utama ialah mengutamakan situs media yang memiliki tahun registrasi atau masa aktif domain di bawah tahun 2020. Kriteria tersebut dinilai sebagai bentuk apresiasi terhadap media-media yang mampu bertahan dan terus berkembang dalam dinamika industri pers digital yang sangat kompetitif.
Pimpinan Redaksi Dialeksis.com, Bahtiar Gayo, menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur sekaligus menjadikannya sebagai motivasi untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas bagi masyarakat Aceh.
Menurutnya, pencapaian itu bukan hanya sekadar angka atau posisi dalam pemeringkatan, tetapi juga bentuk kepercayaan publik terhadap media yang konsisten menjaga kualitas informasi dan keberimbangan pemberitaan.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan konten jurnalistik yang bagus, relevan, dan mampu menarik perhatian publik Aceh. Kepercayaan pembaca adalah hal yang paling utama bagi kami,” ujar Bahtiar Gayo, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, di tengah derasnya arus informasi dan persaingan media sosial yang semakin cepat, media massa tetap memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan menyejukkan masyarakat.
Bahtiar menilai Aceh sebagai daerah yang memiliki kekhususan budaya dan nilai-nilai religius membutuhkan pola pemberitaan yang tidak sekadar mengejar sensasi atau klik semata.
Menurutnya, nuansa Islami yang melekat dalam kehidupan masyarakat Aceh harus menjadi pertimbangan penting dalam membangun ekosistem media yang sehat.
“Aceh dengan nuansa Islami tentu membutuhkan berita-berita yang menyejukkan, mencerdaskan, dan mampu menjaga ruang publik tetap sehat. Media harus hadir memberi solusi, bukan memperkeruh keadaan,” katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan media online di Aceh menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Banyak portal berita baru bermunculan dengan beragam segmentasi pembaca.
Namun di sisi lain, tantangan industri media digital juga semakin kompleks, mulai dari perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, tekanan algoritma media sosial, hingga persoalan keberlanjutan bisnis media.
Di tengah situasi tersebut, Dialeksis.com dinilai mampu mempertahankan eksistensinya dengan menghadirkan berbagai isu lokal Aceh secara mendalam, mulai dari pemerintahan, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, hingga isu-isu kemasyarakatan yang dekat dengan kehidupan warga.
Sejumlah kalangan menilai keberhasilan media lokal bertahan di era digital bukan perkara mudah. Konsistensi dalam menjaga kualitas pemberitaan, kecepatan informasi, serta kemampuan membangun kepercayaan publik menjadi faktor utama yang menentukan keberlangsungan sebuah media.
Bahtiar Gayo menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan inovasi dalam pengembangan platform digital dan kualitas sumber daya manusia di internal redaksi. Ia berharap media lokal Aceh mampu menjadi rujukan informasi yang kredibel sekaligus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Media lokal harus kuat. Karena media lokal yang paling memahami karakter daerahnya sendiri. Kami ingin terus tumbuh bersama masyarakat Aceh dengan menghadirkan informasi yang bermanfaat dan membangun optimisme,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika jurnalistik di tengah kompetisi media digital yang semakin terbuka. Menurutnya, kecepatan dalam menyampaikan informasi tetap harus diimbangi dengan verifikasi dan tanggung jawab moral kepada publik.
“Persaingan boleh ketat, tetapi kualitas dan etika jurnalistik tidak boleh ditinggalkan. Itu yang terus kami pegang,” kata Bahtiar.
Capaian Dialeksis.com dalam ATS Top 100 periode Mei 2026 itu sekaligus menjadi gambaran bahwa media lokal Aceh masih memiliki ruang besar untuk berkembang dan bersaing di tengah transformasi digital nasional. [red]