Beranda / Berita / Nasional / Bio Farma dan Badan POM Uji Mutu Vaksin Covid-19

Bio Farma dan Badan POM Uji Mutu Vaksin Covid-19

Jum`at, 18 Desember 2020 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Foto: doc Tempo


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Bio Farma dan Badan POM mengalokasikan 568 vial vaksin Covid-19 yang telah ada di Indonesia untuk pengujian mutu. Pengujian dilakukan untuk untuk proses quality control dan kemudian pendistribusian. Saat ini, 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 single dose telah disimpan di Bio Farma, Bandung.

“Selanjutnya, Bio Farma akan fokus pada penyimpanan vaksin dan akan melakukan berbagai persiapan agar siap dalam pendistribusian vaksin Covid-19 setelah mendapatkan izin penggunaan dan edar dari Badan POM,” ujar Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir dalam Keterangan Pers ‘Perencanaan Distribusi dan Quality Control Vaksin Covid-19’ di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa 8 Desember 2020.

Menurut Honesti, distribusi vaksin harus memenuhi good distribution practice dalam proses distribusi vaksin Covid-19 hingga ke klinik ataupun fasilitas kesehatan. Bio Farma juga memperhatikan sistem rantai dingin atau cold chain untuk menjamin kualitas vaksin tetap terjaga. “Bio Farma saat ini sedang mempersiapkan solusi digital untuk kebutuhan pemenuhan distribusi vaksin Covid-19 baik untuk pemerintah maupun mandiri,” katanya.

Suatu sistem end to end dalam pengadaan mandiri maupun pemerintah sedang dikembangkan oleh Bio Farma. “Kami bekerjasama dengan berbagai pihak seperti kementerian termasuk sinergi BUMN dengan Telkom dan beberapa pihak lainnya,” ujarnya.

Hoensti juga mengingatkan walaupun vaksin telah tiba di Indonesia, protokol kesehatan harus tetap dijalankan. ”Masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Bio Farma telah memiliki pengalaman yang panjang dalam distribusi vaksin, baik untuk kebutuhan pemerintah maupun untuk swasta.(*)

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda