DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan seluruh proses verifikasi dan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rampung paling lambat pertengahan November 2025. Hingga 28 Agustus 2025 pukul 21.00 WIB, total potensi SPPG yang tercatat telah mencapai 26.873 unit.
“Kami terus mempercepat proses verifikasi. Diperkirakan akan membutuhkan waktu satu bulan sampai seluruh mitra yang sudah masuk ke sistem bisa kami konfirmasi statusnya,” ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam siaran pers, Jumat (29/8/2025).
Dari total tersebut, sebanyak 6.720 unit telah beroperasi, 15.906 unit dalam proses verifikasi, dan 4.357 unit telah mendaftar dan menunggu diverifikasi.
Menurut Dadan, BGN saat ini memfokuskan perhatian pada percepatan pembangunan SPPG di wilayah terpencil, terdepan, dan tertinggal (3T). Pemerintah daerah menjadi ujung tombak pelaksanaan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus.
“Kami bekerja sama dengan seluruh pemda. Pendataan dan pendaftaran SPPG di wilayah terpencil dilakukan oleh Satgas yang dibentuk langsung oleh pemerintah daerah,” jelas Dadan.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan SPPG di wilayah 3T difokuskan pada lokasi yang sulit dijangkau”minimal 30 menit perjalanan dari fasilitas layanan gizi terdekat -- dan memiliki jumlah penerima manfaat kurang dari 1.000 orang.
“Bangunan SPPG memiliki ukuran standar 10 x 15 meter dan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah,” kata Dadan.
Target BGN adalah menyelesaikan seluruh pembangunan SPPG, baik di wilayah aglomerasi maupun terpencil, paling lambat akhir Oktober hingga pertengahan November 2025. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya nasional mempercepat penanganan masalah gizi di seluruh Indonesia. [*]