Beranda / Berita / Nasional / Begini Rincian Laporan BNPB, Terkait Gempa di Wilayah Jatim

Begini Rincian Laporan BNPB, Terkait Gempa di Wilayah Jatim

Sabtu, 10 April 2021 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Salah satu rumah warga terdampak gempa M6,1 di Desa Tegalrejo, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur, Sabtu 10 April 2021 / Istimewa


Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "BNPB: 2 Korban Meninggal Akibat Gempa Magnitudo 6,1 di Jatim", Klik selengkapnya di sini: https://kabar24.bisnis.com/read/20210410/15/1379293/bnpb-2-korban-meninggal-akibat-gempa-magnitudo-61-di-jatim.

Author: Fitri Sartina Dewi

Editor : Fitri Sartina Dewi


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:

Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS

iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkoordinasi dengan BPBD di wilayah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan kaji cepat di lapangan pascagempa magnitudo 6,1 di sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur. 

Kepala Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD terkait dengan dampak gempa M6,1 yang dirasakan beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur. 

Raditya mengungkapkan berdasarkan data sementara per pukul 17.00 WIB, BPBD Provinsi Jawa Timur melaporkan dua warga meninggal dunia dampak gempa. Kedua korban teridentifikasi satu korban meninggal dunia di Kabupaten Lumajang dan satu lainnya di Kabupaten Malang.

 "Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menginformasikan satu warga meninggal dunia," ujarnya seperti dikutip dalam keterangan pada laman resmi BNPB, Sabtu (10/4/2021). 

Menurut laporan BPBD, korban meninggal tertimbun reruntuhan batu tebing saat berjalan. Pihaknya sedang melakukan identifikasi terhadap korban tersebut. Selain korban meninggal, satu warga lain menderita luka ringan. Di samping itu, BPBD Kabupaten Lumajang memonitor ada kerusakan rumah dengan tingkat ringan hingga berat. Fasilitas umum dan fasilitas sosial juga terdampak akibat gempa yang terjadi pada pukul 14.00 WIB. 

Tak hanya melakukan kaji cepat, BPBD juga sigap dalam menyiapkan tempat pengungsian dan logistik bantuan. Berikut ini data sementara yang berhasil dihimpun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB hingga hari ini (10/4), pukul 16.00 WIB: Kabupaten Malang: Satu warga meninggal dunia masih diidentifikasi oleh BPBD setempat. Data sementara mencatat rumah rusak ringan 37 unit, antara lain di Desa Majangtengah. 

Sejumlah sekolah terdampak dan mengalami kerusakan hingga tingkat sedang. Satu kantor desa rusak ringan. Kabupaten Pasuruan: Satu unit masjid di Kecamatan Tutur rusak. Kabupaten Blitar: Kantor BPBD Kabupaten Blitar terdampak. Tingkat kerusakan masih menunggu konfirmasi dari pihak BPBD. Kabupaten Trenggalek: Beberapa kerusakan rumah dan fasilitas umum terjadi di Kecamatan Durenan, Dongko, Kampak dan Watulimo. Beberapa unit sekolah dan kantor kecamatan di Durenan mengalami kerusakan ringan. 

Kabupaten Gresik: Data sementara mencatat 1 unit rumah rusak ringan. Kota Blitar. RSUD Mardi Waluyo mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan masih menunggu kaji cepat tim lapangan. Kota Malang: Satu gedung rusunama rusak ringan dan 1 rumah rusak sedang. Kota Kediri. Satu bangunan Gedung IIK Baktiwiyata rusak ringan. 

Kabupaten Probolinggo: Satu rumah rusak ringan dan satu mushola rusak sedang. Kabupaten Ponorogo. Satu unit rumah rusak sedang.Kabupaten Jember. Kerusakan rumah antara lain 1 unit rusak berat, 7 unit rusak sedang dan 6 lainnnya rusak ringan, sedangkan 1 unit masjid rusak sedang. Kabupaten Tulungagung: BPBD masih melakukan pendataan kerusakan rumah.Sementara itu, sejauh ini BPBD menginformasikan gempa susulan terjadi pada pukul 14.53 WIB dengan M3,2 dan pukul 15.05 WIB dengan M3,6 [bisnis.com].

Keyword:


Editor :
Redaksi

dinas pendidikan idul fitri
riset-JSI
Komentar Anda