Logo Dialeksis
Beranda / Berita / Nasional / Bank Mandiri Bantah isu Bangkrut dan Terkena Serangan Siber

Bank Mandiri Bantah isu Bangkrut dan Terkena Serangan Siber

Rabu, 14 Agustus 2019 11:18 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi

DIALEKSIS.COM | Jakarta -  Dunia maya viral dengan pesan beruntun di aplikasi  Whatsapp yang menginformasikan bahwa bank Mandiri mengalami kerugian, segera bangkrut, dan akan diambil alih China. Merespons isu tersebut, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membantahnya.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas membantah isu  bahwa Bank Mandiri terancam bangkrut karena terkena serangan siber.  Selain itu pihaknya juga membantah isu yang mengatakan Bank Mandiri akan jatuh ke pelukan China. Kedua isu negatif tersebut dinilai pihaknya sebagai upaya pendiskreditan Bank Mandiri oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

 "Pesan gelap di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp yang menginformasikan bahwa bank Mandiri mengalami kerugian, akan segera bangkrut dan akan diambil Cina adalah tidak benar. Tindakan penyebaran isu itu merupakan upaya pendiskreditan dengan tujuan merusak kepercayaan masyarakat, baik kepada Bank Mandiri, perekonomian Indonesia serta pemerintah RI," kata Rohan Hafas  melalui siaran pers , Rabu (14/8/2019).

Bank Mandiri, lanjut Rohan, merupakan Bank milik pemerintah terbesar di Indonesia dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia.

"Dengan kondisi ini, tidak mungkin segala kejadian tidak dimonitor dan diawasi oleh kedua institusi tersebut. Kami melihat, informasi yang disebarkan melalui kanal media sosial tersebut seperti diskenariokan oleh pihak tertentu yang memiliki itikad tidak baik untuk mengganggu perekonomian dan pemerintah," ujar Rohan.

Rohan mengemukakan bahwa Bank Mandiri akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak pelaku penyebaran isu tersebut. Bank Mandiri pun mengimbau masyarakat tidak ikut menyebarkan berita bohong Karena dapat melanggar UU ITE. (pd)


Editor :
Pondek

dalimi
utu lebaran
Komentar Anda
hendri budian