Beranda / Berita / Nasional / Alasan Kesehatan, 103 Jemaah Ditanazulkan

Alasan Kesehatan, 103 Jemaah Ditanazulkan

Senin, 10 September 2018 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

foto: kemenag

DIALEKSIS.COM | Madinah - Lebih dari seratus jemaah diproses lebih cepat kepulangannya melalui mekanisme tanazul pada gelombang pertama kepulangan jemaah haji. Tim Media Center Haji (MCH) Bandara melaporkan, para jemaah yang ditanazulkan tersebut mengidap berbagai penyakit.


Menurut Kordinator Tim Mobile Kesehatan Daker Bandara, dr Rachmawanti Agustina, total 103 jemaah dipulangkan lebih cepat melalui Bandara Kibg Abdulaziz, Jeddah. Mereka diberangkatkan sepanjang masa pemulangan gelombang pertama sejak Senin 27 Agustus hingga Ahad 9 September kemarin.


Menurutnya, tiga jemaah sempat ditunda tanazulnya. Kendati demikian, masuk lagi tiga permohonan tanazul baru yang turut berangkat pada pemulangan kloter terakhir, Ahad (09/09) dini hari waktu Arab Saudi.


"Kebanyakan yang ditanazulkan memang sudah beresiko tinggi dari Tanah Air dan berusia tua," kata Rachmawanti di Madinah, Sabtu (08/09) malam pekan kemarin. Menurutnya, jemaah yang ditanazulkan ada yang mengidap demensia, lainnya menderita penyakit paru kronis serta stroke.


Jemaah yang ditanazulkan biasanya mengambil kursi kosong dari kloter tertentu akibat anggota kelompok tersebut ada yang wafat atau masih dirawat di Saudi. Sepanjang pemulangan gelombang pertama, kebanyakan jemaah tanazul bisa duduk dan hanya mengambil masing-masing kursi kosong kloter pemulangan. "Hanya dua jemaah yang harus dibaringkan," kata Rachmawanti.


Sebelum pemulangan, kata dia, jemaah yang ditanazulkan diserahkan ke Tenaga Kesehatan Haji Daerah yang mendampingi masing-masing kloter. Para jemaah tersebut kemudian dijemput keluarga di debarkasi untuk menjalani kontrol kesehatan lanjutan di Tanah Air.


Sejauh ini, dua jemaah masih dirawat di RS King Abdullah, Jeddah. Mereka akan terus diawasi perawatannya oleh petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk nantinya diputuskan penanganan selanjutnya. Ratusan jemaah lain masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Makkah maupun RS Arab Saudi. Jika memungkinkan, mereka akan dievakuasi ke Madinah melalui pendorongan jamaah fase lanjutan.


Tanazul adalah proses percepatan atau penundaan pemulangan jamaah individual. Alasan utamanya biasanya karena jamaah bersangkutan menderita sakit. Para jamaah dipulangkan dengan kloter berbeda pada debarkasi yang sama tempat di mana mereka berangkat.


Sebelumnya diberitakan, kloter terakhir pemulangan gelombang pertama berangkat dari Bandara King Abdulaziz Jeddah pada Ahad (09/09) dini hari. "Adapun  secara keseluruhan yg telah diberangkatkan dari airport Jeddah hingga hari ini sebanyak 213 kloter dengan jumlah sebanyak 87.028 orang dengan rincian jemaah haji 85.962 orang dan petugas kloter 1.066 orang," kata Kasi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan Jemaah Daker Bandara Muhammad Syarif. (Kemenag/MCH)

Keyword:


Editor :
AMPONDEK

riset-JSI
Komentar Anda