Logo Dialeksis - Masker
utu pangdam
Beranda / Berita / Nasional / Akhir Kuartal III 2020 Bisnis Kamera Lesu Akibat Pandemi Covid-19

Akhir Kuartal III 2020 Bisnis Kamera Lesu Akibat Pandemi Covid-19

Minggu, 25 Oktober 2020 23:30 WIB

Font: Ukuran: - +

[Foto: Kontan.co.id]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pandemi corona (covid-19) masih membayangi pelaku industri kamera hingga akhir kuartal III 2020. Imbas pagebluk tercermin dari permintaan pasar yang lesu.

Marketing Assistant Director Canon Business Unit PT Datascrip, Sintra Wong mengatakan, aktivitas di sektor pariwisata yang mengendur di tengah pandemi membuat kebutuhan akan kamera menjadi berkurang.

Di sisi lain, daya beli masyarakat juga melemah di tengah pandemi. Walhasil, minat masyarakat untuk membeli kamera juga menyusut.

Dugaan Sintra, permintaan pasar terhadap kamera selama Januari-September 2020 mengalami penurunan hingga sekitar 50% dibanding periode sama tahun lalu.

Seiring dengan permintaan pasar yang merosot, penjualan kamera Canon di sembilan bulan pertama tahun ini juga turut mengalami penurunan dibanding periode sama tahun lalu.

“Penjualan kamera Canon terjadi penurunan sekitar 40%,” ungkap

Menurut Sintra, pemulihan pasar kamera akan sangat bergantung pada pemulihan kondisi perekonomian masyarakat serta kegiatan masyarakat di luar rumah. Makanya, ia memproyeksi bahwa pasar kamera masih belum akan pulih sepenuhnya di kuartal IV tahun ini.

“Pandemi di Indonesia masih belum menunjukkan pemulihan dan masyarakat masih diimbau untuk tetap di rumah,” terang Sintra.

Sembari menunggu pemulihan pasar, Datascript akan terus memanfaatkan semua kanal yang ada, termasuk di antaranya platform e-commerce untuk memacu penjualan kamera Canon. Asal tahu, saat ini official store Canon sudah tersedia di semua platform utama e-commerce yang ada di Indonesia.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Marketing Manager Electronic Imaging Division PT Fujifilm Indonesia, Anggiawan Pratama. Tanpa menyebutkan angka, Anggiawan mengungkapkan bahwa penjualan kamera Fujifilm sempat mengalami penurunan di awal pandemi.

“Saat ini banyak orang yang menghindari berlibur atau traveling, atau juga acara-acara seperti pernikahan tentunya juga berkurang daripada biasanya. Keputusan investasi pembelian kamera & lensa harus ditunda terlebih dahulu,” jelas Anggiawan kepada Kontan.co.id, Jumat (23/10).

Di tengah pasar yang terdampak oleh pandemi, Fujifilm Indonesia berstrategi untuk tetap menjawab kebutuhan konsumen dengan menghadirkan inovasi-inovasi terbaru. Pada 15 Oktober 2020 lalu misalnya, Fujifilm resmi mengumumkan kehadiran kamera Fujifilm X-S10 serta lensa Fujinon XF10-24 mm F4 R OIS W kepada pasar Indonesia.

Selain itu, Fujifilm Indonesia juga menggencarkan kampanye bernama Straight Out of Camera (SOOC) untuk menunjukkan keunggulan hasil kualitas gambar kamera Fujifilm.

“Kami menunjukkan kepada konsumen dan publik mengenai hasil dari jepretan bahwa kamera Fujifilm dapat memberikan hasil dan warna yang bagus tanpa perlu proses editing,” terang Anggiawan.

Di tengah pasar yang lesu, PT Nikon Indonesia telah mengumumkan akan berhenti beroperasi mulai tanggal 9 Oktober 2020 lalu melalui akun instagram @nikonindonesia. Seiring dengan penghentian tersebut, seluruh kegiatan penjualan, pemasaran, dan servis Nikon dipusatkan PT Alta Nikindo selaku distributor resmi Nikon di Indonesia.

“Setelah hampir 8 tahun perjalanan Nikon Indonesia, kami informasikan bahwa hari ini tanggal 21 Oktober 2020 adalah hari terakhir Imaging Dvision PT Nikon Indonesia beroperasi di Indonesia,” tulis manajemen melalui akun instagram @nikonindonesia, Rabu (21/10).

Sejauh ini, belum terang apa alasan yang membuat Nikon Indonesia berhenti beroperasi. Manajemen Nikon Indonesia belum bersedia memberi penjelasan lebih lanjut perihal penghentian operasi tersebut [Konta.co.id.

Editor :
Redaksi

BPMA pangdam
riset-JSI
Komentar Anda
syamsul rizal hari guru