DIALEKSIS.COM | Gorontalo - Kontingen Aceh kembali menunjukkan kiprahnya di ajang Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS) XVII yang berlangsung di Gorontalo.
Aceh berhasil meraih dua penghargaan nasional, masing-masing Juara II Nasional pada cabang Unjuk Ketangkasan yang diwakili Aceh Singkil, serta Juara Harapan III pada cabang Temu Karya yang diwakili Aceh Besar.
Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh sekaligus Ketua Kontingen Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU, ASEAN Eng, dari Gorontalo. Ia didampingi Kabid PPSDMP Distanbun Aceh, Mukhlis, SP, MA.
Azanuddin mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten, dinas terkait, KTNA, petani, nelayan, serta dukungan dan doa masyarakat Aceh.
Foto: dokumen untuk dialeksis.com“Apa yang diraih ini tidak terlepas dari berbagai upaya pemerintah provinsi dan kabupaten setempat beserta seluruh jajarannya. Juga berkat semangat pantang menyerah seluruh KTNA, dukungan petani dan nelayan, serta doa masyarakat Aceh,” kata Azanuddin.
Ia menegaskan, prestasi tersebut tidak boleh membuat Aceh cepat puas. Menurutnya, capaian di PENAS XVII harus menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih baik, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan Aceh.
“Prestasi ini jangan membuat kita berhenti pada rasa bangga. Justru harus menjadi bahan motivasi untuk terus berbuat lebih baik dari waktu ke waktu. Tugas kita masih panjang, terutama bagaimana secepatnya mengangkat kesejahteraan petani dan nelayan Aceh,” ujarnya.
Azanuddin menambahkan, kerja sektor pertanian dan perikanan membutuhkan kolaborasi, etos kerja, kesabaran, serta rasa syukur. Ia menyebut seluruh capaian tersebut tidak terlepas dari izin Allah SWT.
“Kita tetap harus berkolaborasi, bekerja sama dan sama-sama bekerja. Etos kerja pantang menyerah harus terus dibangun, dengan tetap sabar dan selalu bersyukur atas apa yang kita raih,” katanya.
Menurut Azanuddin, informasi keberhasilan tersebut diterimanya dari Plt. Kadistan Aceh Besar Imam Munandar, STP, Kadis Pangan Aceh Singkil Abdul Haris, SP, MM, serta Ketua KTNA Aceh Junaidi.
“Keberhasilan ini tentu sangat membahagiakan kita. Ini bisa menambah motivasi bagi kita semua, khususnya masyarakat Aceh. Aceh tetap bisa berkiprah di kancah nasional,” ujar Azanuddin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, Dinas Pertanian, Dinas Pangan, KTNA, serta seluruh pihak yang telah berjuang mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional.
Azanuddin menyebutkan, capaian tersebut sudah dilaporkan kepada pimpinan Pemerintah Aceh melalui Sekda Aceh dan Asisten II Setda Aceh.
“Pimpinan mengucapkan terima kasih atas daya juang dan semangat kita dalam bertanding dan mengharumkan nama Aceh. Semoga ini bisa terus berlanjut ke depan,” katanya.
Ia mengakui, tantangan sektor pertanian dan nelayan Aceh ke depan tidak mudah. Aceh baru saja menghadapi bencana, perubahan iklim, serangan hama dan penyakit, keterbatasan anggaran, serta berbagai faktor penghambat lainnya.
“Tapi saya yakin, insya Allah dengan niat yang tulus, Allah SWT akan memudahkan jalan kita ke depan untuk lebih baik lagi,” ujarnya.
Azanuddin menjelaskan, keberhasilan Aceh di PENAS XVII Gorontalo melanjutkan catatan positif Aceh dalam tiga pelaksanaan PENAS berturut-turut. Pada PENAS XV di Banda Aceh tahun 2017, Aceh berhasil meraih Juara Umum. Kemudian pada PENAS XVI di Padang tahun 2022, Aceh juga memperoleh sejumlah penghargaan pada beberapa kategori.
“Terakhir pada PENAS XVII di Gorontalo ini, Aceh kembali mendapatkan tempat yang istimewa,” kata Azanuddin.
Ia mengatakan, kontingen Aceh masih menunggu hingga PENAS XVII berakhir pada 25 Juni 2026. Menurutnya, masih ada peluang bagi Aceh untuk meraih prestasi pada kategori lainnya.
“Kita masih menunggu sampai PENAS berakhir. Semoga masih ada peluang untuk kita mendapatkan prestasi dari kategori lainnya. Mari kita tunggu sampai penutupan nantinya,” ujarnya.
Azanuddin juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, dan Sekda Aceh yang telah memberikan arahan serta kepercayaan kepada kontingen Aceh.
“Terima kasih juga kepada pemerintah kabupaten/kota dan seluruh kontingen dari kabupaten/kota yang hadir di Gorontalo. Kontribusi kawan-kawan kabupaten/kota sangat berarti bagi tim Aceh. Kita sangat kompak dan saling melengkapi,” katanya.
Ia turut mendoakan kontingen yang lebih dulu kembali ke daerah masing-masing agar selamat sampai tujuan.
“Semoga ilmu dan wawasan yang kita dapat di PENAS ini bisa diterapkan di daerah masing-masing, dengan menyesuaikan kondisi alam, adat, budaya, dan sosial kultural kita,” pungkas Azanuddin. [*]
