DIALEKSIS.COM | Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menemukan ratusan ribu pelanggaran yang berkaitan dengan kelaikan kendaraan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) berdasarkan hasil pengawasan digital melalui aplikasi Terminal Online System (TOS).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan, pengawasan yang dilakukan pada periode 1 Januari hingga 12 Juni 2026 mencatat sebanyak 1.709.993 perjalanan bus AKAP berangkat dari 115 Terminal Penumpang Tipe A (TTA) di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 989.176 perjalanan atau 57,85 persen terindikasi melakukan pelanggaran.
Menurut Aan, salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah masih banyaknya kendaraan yang beroperasi dengan masa berlaku uji berkala kendaraan atau BLUe yang telah kedaluwarsa. Selain itu, petugas juga menemukan banyak pelanggaran terkait Kartu Pengawasan (KPS) yang sudah tidak berlaku.
"Dengan sistem ini, kami dapat memantau operasional kendaraan secara lebih efektif dan dapat mengidentifikasi berbagai pelanggaran yang berpotensi mempengaruhi keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya," kata Aan.
Berdasarkan data Ditjen Perhubungan Darat, pada bus yang berangkat dari terminal tipe A ditemukan 265.673 pelanggaran masa berlaku uji berkala kendaraan yang telah kedaluwarsa dan 447.961 pelanggaran KPS kedaluwarsa. Sementara pada bus yang datang ke terminal tipe A, tercatat 287.068 pelanggaran uji berkala kedaluwarsa serta 474.185 pelanggaran KPS yang tidak lagi berlaku.
Aan menegaskan kepatuhan operator terhadap persyaratan teknis dan administrasi kendaraan masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, pemenuhan dokumen kelaikan kendaraan merupakan syarat dasar untuk menjamin keselamatan masyarakat selama menggunakan angkutan umum.
"Kepatuhan operator terhadap persyaratan administrasi dan teknis kendaraan masih harus ditingkatkan karena ini hal dasar yang harus dipenuhi untuk menjamin keselamatan masyarakat. Tentu temuan ini juga menjadi bahan evaluasi kami ke depannya untuk terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan pembinaan kepada operator," ujarnya. [in]
