Logo Dialeksis
Beranda / Gaya Hidup / Ini Bahan Kain Terbaik untuk Membuat Masker Cegah Covid-19

Ini Bahan Kain Terbaik untuk Membuat Masker Cegah Covid-19

Selasa, 28 April 2020 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi masker kain. [Foto: dok. Humas Pemprov NTB]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Penggunaan masker mulai dianjurkan sejumlah negara sebagai bagian strategi untuk menghentikan penyebaran virus corona, SARS-CoV-2.

Pusat pengendalian penyakit (CDC) telah merekomendasikan masker bedah dan N95 yang diutamakan bagi para petugas medis yang berada di garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

Namun, jika Anda membutuhkan masker, maka dianjurkan untuk mengenakan masker non-medis seperti yang terbuat dari kain.

Lantas, kain seperti apa yang tepat untuk mencegah tertular kuman atau virus?

Melansir Science Alert, Senin (27/4/2020), para peneliti dari Argonne National Laboratory dan University of Chicago di Amerika Serikat telah mengambil beberapa sampel bahan umum dan mengujinya.

Para peneliti ini menguji bahan atau kain di laboratorium untuk menyelidiki sifat filtrasi mekanis dan elektrostatiknya. Banyak lapisan dan campuran kain yang bekerja dengan baik dalam menyaring partikel, tetapi masker dengan bahan yang tidak tepat dapat merusak semuanya.

"Kami telah melakukan penelitian untuk beberapa kain umum, termasuk dari kapas, sutra, sifon, kain flanel, berbagai sintetis dan kombinasinya," kata peneliti.

Secara keseluruhan mereka menemukan kombinasi berbagai kain yang tersedia secara umum yang digunakan dalam membuat masker kain berpotensi memberikan perlindungan yang signifikan terhadap transmisi partikel aerosol.

Kain hibrida mampu menyaring partikel

Serangkaian eksperimen dilakukan secara intens, tim menggunakan ruang dengan campuran aerosol untuk sejumlah sampel yang ada di udara.

Para peneliti menguji berbagai ukuran partikel, dari sekitar 10 nanometer hingga 10 mikrometer.

Singkatnya sebagai perbandingan, rambut manusia berdiameter sekitar 50 mikrometer dan ada 1.000 nanometer dalam satu mikrometer. Sedangkan partikel virus corona berdiameter antara 80-120 nanometer.

Jadi, partikel-partikel untuk menguji kain-kain ini sangat kecil. Partikel aerosol kecil ini bahkan dapat menyebabkan infeksi, kemungkinan untuk terpapar partikel yang lebih besar juga dapat terjadi.

Oleh karena itu, peneliti memastikan bahan bisa menyaring skala kecil adalah cara yang baik untuk memastikan partikel yang lebih besar akan tersumbat.

Tim menemukan kain hibrida yang dilapisi beberapa kain, mampu menyaring sebagian besar partikel. Kain hibrida yang dimaksud, seperti kapas dengan sutra, kapas dengan sifon atau kapas dengan flanel.

Efisiensi filtrasi adalah sekitar 80 persen untuk ukuran partikel kurang dari 300 nanometer dan 90 persen untuk partikel lebih dari 300 nanometer.

"Kami berspekulasi, peningkatan kinerja hibrida kemungkinan karena efek gabungan dari filtrasi berbasis mekanis dan elektrostatik," jelas peneliti dalam makalah yang telah dipublikasikan dalam ACS Nano ini.

Studi ini menyiratkan kesenjangan yang disebabkan oleh ketidaksesuaian masker dapat mengakibatkan penurunan efisiensi filtrasi lebih dari 60 persen.

Peneliti mengingatkan, pembuatan masker sendiri di rumah, harus dilakukan dan dipakai dengan benar sebagai upaya mengurangi penularan virus corona yang menyebabkan Covid-19. (Kompas)

Editor :
Sara Masroni

dalimi
utu lebaran
Komentar Anda
hendri budian