Beranda / Gaya Hidup / Facebook dan Instagram Luncurkan Program Berlangganan Bebas Iklan di UE

Facebook dan Instagram Luncurkan Program Berlangganan Bebas Iklan di UE

Selasa, 31 Oktober 2023 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Gaya Hidup - Facebook dan Instagram meluncurkan program berlangganan di sebagian besar Eropa yang akan menghapus iklan dari platform tersebut.

Pengguna yang memakai platform milik Meta akan dapat membayar sekitar Rp170 ribu per bulan untuk pengalaman bebas iklan. Ini tidak akan tersedia di Inggris.

Tingkat berlangganan akan eksklusif untuk masyarakat di Uni Eropa (UE), Wilayah Ekonomi Eropa (EEA), dan Swiss mulai bulan November.

Namun iklan tersebut hanya dapat diakses oleh orang-orang yang berusia di atas 18 tahun pada awalnya, dan perusahaan tersebut sedang mencari cara untuk menayangkan iklan kepada generasi muda di UE tanpa melanggar aturan.

Meta mengatakan langganan barunya adalah untuk mengatasi kekhawatiran UE, bukan menghasilkan uang.

“Kami percaya pada internet yang didukung iklan, yang memberi orang akses terhadap produk dan layanan yang dipersonalisasi tanpa memandang status ekonomi mereka,” tulis perusahaan itu dalam sebuah blog.

“Pilihan bagi masyarakat untuk membeli langganan tanpa iklan menyeimbangkan persyaratan regulator Eropa sekaligus memberikan pilihan kepada pengguna dan memungkinkan Meta untuk terus melayani semua orang di UE, EEA, dan Swiss. Kami menghormati semangat dan tujuan peraturan Eropa yang terus berkembang ini, dan berkomitmen untuk mematuhinya," tulis Meta.

Pengguna akan diberikan pilihan untuk terus menggunakan platform ini secara gratis, dan data mereka dikumpulkan, atau membayar dan sepenuhnya menolak iklan bertarget dengan menghapusnya.

Namun mereka bisa saja membayar lebih dari biaya bulanan awal.

Layanan ini akan dikenakan biaya tambahan sekitar Rp50 ribu per bulan jika dibayar di iOS atau Android, untuk memperhitungkan biaya tambahan yang dikenakan oleh platform ini.

Namun biaya tambahan ini dapat dihindari dengan membayar platform melalui situs web Facebook dan Instagram, bukan melalui aplikasi seluler.

Sementara itu, mulai Maret 2024, pengguna harus membayar lebih banyak uang untuk setiap akun tambahan yang mereka miliki di platform, seperti memiliki akun bisnis dan pribadi.

Pengumuman ini muncul setelah Elon Musk's X, sebelumnya Twitter, memperkenalkan layanan Premium+ bebas iklan dengan harga sekitar Rp300 ribu per bulan.

Ada juga tingkat berlangganan yang jauh lebih murah di X yang masih menampilkan iklan, tetapi memberi orang opsi untuk mengedit postingan, serta tingkat premium standar yang memberi orang tanda centang biru di antara manfaat lainnya.

TikTok juga telah menguji langganan bulanan untuk menghapus iklan, dengan harga sekitar Rp70 ribu, namun belum ada indikasi bahwa ini akan diluncurkan secara global. [BBC]

Keyword:


Editor :
Indri

kip
riset-JSI
Komentar Anda