Beranda / Gaya Hidup / 4 Kebiasan Mudik yang Sering Bikin Dompet Terkuras

4 Kebiasan Mudik yang Sering Bikin Dompet Terkuras

Minggu, 23 April 2023 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +


Ilustrasi mudik (Foto: ANTARA)

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Mudik merupakan salah satu tradisi yang sering dilakukan banyak orang, khususnya umat muslim saat memasuki Idulfitri. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh mereka yang tinggal di kota-kota besar untuk pulang ke kampung halaman.

Meski begitu, sejumlah kebiasaan ini justru bisa menjadi 'jebakan' saat mudik Lebaran. Sebab tanpa disadari sering kali kita malah mengeluarkan dana jauh lebih besar dari rencana saat mudik yang akhirnya membuat kantong boncos seusai Lebaran.

Perencana Keuangan Aidil Akbar menyebutkan ada beberapa hal yang sering kali membuat pengeluaran jauh lebih besar dari seharusnya. Misalnya seperti belanja oleh-oleh, pemberian angpao hingga aktivitas selama mudik.

1. Oleh-oleh

Menurut Aidil, salah satu 'jebakan' yang sering kali membuat kantong boncos saat mudik ke kampung halaman adalah saat membelikan oleh-oleh untuk keluarga atau kerabat di kampung halaman.

Saat membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang, banyak dari kita yang tanpa sadar malah menghabiskan banyak biaya. Padahal menurutnya oleh-oleh ini bersifat sekunder, karena yang terpenting adalah momen kumpul bersama keluarganya.

Untuk itu Aidil menyarankan untuk memilih oleh-oleh yang memang sesuai dengan budget keuangan saat mudiklebaran. Bila tidak, menurutnya oleh-oleh dapat dibeli dengan hitungan per keluarga.

"Nah oleh-oleh ini kan bisa kita siasati misalnya dengan oleh-olehnya bukan per satu orang tapi lebih kepada per satu keluarga diwakilkan, kecuali untuk orang tua misalnya gitu ya," jelas Aidil sebelumnya, ditulis Minggu (23/4/2023).

2. Angpao/THR

Kebiasaan lain yang sering kita lakukan saat lebaran adalah membagi-bagikan angpao. Biasanya angpao-angpao ini kita bagi-bagikan kepada keponakan ataupun sanak saudara.

Meski begitu Aidil menyarankan agar besaran angpao yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi pengeluaran berlebih saat mudik di kampung halaman.

"Angpao juga disesuaikan dengan usia, jadi jangan dipukul rata semua dapat Rp100.000 atau semua dapat Rp50.000. Kalau yang masih SD mungkin dapatnya Rp10.000 gitu ya, yang sudah SMP mungkin dapatnya Rp20.000 dan seterusnya. Jadi nggak dipukul rata juga," ungkapnya.

3. Transportasi

Saat mudik lebaran, biaya transportasi merupakan salah satu pos keuangan yang perlu diperhatikan. Sebab biasanya banyak dana yang perlu dikeluarkan selama diperjalanan menuju atau kembali dari kampung halaman.

Selain itu, biasanya ada juga biaya-biaya tambahan yang tak terduga saat diperjalanan. Semisal seperti biaya makan atau jajan diperjalanan, biaya tol atau bensin bila menggunakan moda transportasi pribadi, dan lain sebagainya.

"Nah biaya tambahan ekstra kali ya, bensin dan lain sebagainya juga harus diperhitungkan," tutur Aidil.

4. Aktivitas Mudik

Terakhir, salah satu faktor yang sering kali membuat kantong 'bocor' saat mudik itu justru aktivitas yang dilakukan di kampung halaman pada saat mengisi mudik. Menurutnya memilih aktivitas saat mudik bisa sangat menentukan banyaknya pengeluaran saat berada di kampung halaman.

Dijelaskan bahwa aktivitas-aktivitas saat di kampung halaman sebaiknya memang sudah direncanakan terlebih dahulu. Dengan begitu yang bersangkutan dapat menyiapkan atau mengalokasikan dana untuk keperluan tersebut.

Bila tidak, menurut Aidil kondisi ini bisa sangat membebani kondisi keuangan saat mudik di kampung halaman.

"Jadi misalnya, ya kebanyakan mungkin ada kebanyakan orang yang mungkin ingin menunjukkan kepada tetangganya kalau dia sudah sukses di kota dia bikin acara gitu ya, keluarkan uang, traktir satu keluarga makan-makan, piknik ke mana-kemana," contoh Aidil.

"Nah itu kalau memang sudah di budget dan ada uangnya dari anggaran THR nggak masalah. Tapi banyak sekali aktivitas-aktivitas yang dilakukan ad hoc (dadakan) gitu loh. Jadi tanpa perencanaan tanpa budgeting tiba-tiba 'eh kesana yuk, eh ke sini yuk, eh ke Parangtritis yuk, eh ke mana' yang pada akhirnya harus merogoh kantong," tambahnya. [Detik]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda