Logo Dialeksis
Beranda / Feature / Positif Covid, Upaya Baong Kadis Perindustrian Aceh Melawan Virus

Positif Covid, Upaya Baong Kadis Perindustrian Aceh Melawan Virus

Selasa, 08 September 2020 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Hasil swab dia dinyatakan positif Covid-19. Sudah dua pekan lebih dia berperang dengan corona. Selama dua pekan pula dia tidak masuk kantor, walau jabatanya sebagai Kadis Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

Selama 14 hari dia melakukan isolasi mandiri. Menguatkan fisik dan mentalnya dalam menghadapi cobaan yang diturunkan Tuhan. Mohd Tanwier yang lebih dikenal dengan sapaan Baong, melawan rasa takut dan ahirnya keluar sebagai pemenang. Kini dia sudah kembali bertugas.

“Terinfeksi virus Covid memang menakutkan. Tetapi rasa takut itu lebih berbahaya dari pada efek virus itu sendiri. Positif thinking merupakan solusi terbaik dalam menyikapi serangan virus covid, sehingga kita kita memiliki pemikiran yang baik yang meningkatkan imun tubuh,” sebut Baong.

Dialeksis.com yang menghubungi Mohd Tanwier, Selasa (08/09/2020) via selular, bisa merasakan kekuatan mental lelaki yang pernah menjabat sebagai Plt Bupati Aceh Tengah ini. Dia menjadikan musibah sebagai ujian dari sang Khaliq untuk melatih dirinya semakin kuat dan semakin dekat kepada sang pencipta.

Menurut Baong, semua itu berawal dari demam. Dua hari usai kembali dari Simeulu, Baong merasakan tubuhnya meriang. Tiga hari dia beristirahat di rumah. Dia melakukan rapid test, hasilnya non reaktif. Namun karena masih demam, dia mengambil sikap untuk melakukan swab.

Hasil swab dari laboratorium Penyakit Infeksi Unsyiah dia dinyatakan terindikasi positif Covid-19. Berbagai perasaan bercampur aduk di rongga dadanya. Secepatnya dia melaporkan pada pimpinan dan meminta izin hingga 30 Agustus melakukan isolasi mandiri. Berperang dengan Covid.

Mulailah hari hari menegangkan dilaluinya. Tidak ada manusia yang menginginkan tubuhnya dihinggapi virus corona. Namun bila virus itu sudah merasuki tubuh, apa yang harus dilakukan? Baong bukan hanya menyiapkan mental, namun menyiapkan fisik untuk melawanya.

Kepada Dialeksis.com dia bercerita. Bagaimana dia melawan rasa takut, sehingga melahirkan pemikiran yang positif dimana akan sangat membantu meningkatkan imun tubuh. Kuncinya ada di semangat dan kemauan diri melawan corona.

“Lakukan isolasi mandiri dengan rilek. Buatlah suasana diri dan lingkungan senyaman mungkin, nikmati kondisi isolasi sebagai waktu untuk sejenak beristirahat. Hilangkan dari pemikiran bahwa kita sedang mendapatkan serangan virus covid,” sebut lelaki yang gemar bermain musik ini.

Dimulai dari pagi hari, sebutnya, berkumurlah dengan air garam dan dihirup melalui hidung seperti saat berwudhu. Diikuti dengan sarapan dan konsumsi vitamin C dosis tinggi, madu dan jeruk nipis, diminum 3 kali sehari.

Ditambah susu dan jangan lupa secangkir kopi tanpa gula untuk menambah semangat. Baong memang penikmat kopi arabika Gayo tanpa gula. Setiap harinya, antara pukul 8-10 pagi, usahakan berjemur untuk mendapatkan sinar matahari dan olahraga ringan selama 30 menit.

Lakukan juga menyirami tubuh dengan air hangat satu kali dalam sehari, selain mandi air hangat, Baong juga menghindari penggunaan handbody dan cream tubuh lainnya agar pori-pori terbuka.

Sebagai manusia, dimana tubuh sangat memerlukan konsumsi makanan, Baong membiasakan diri dengan makan teratur dan menjaga jaga konsumsi protein, perbanyak buah dan sayur. Minum air kelapa muda (u pateun- Bahasa Aceh).

Air kelapa ini dicampur dengan garam dan jeruk nipis. Istirahat yang cukup. Setelah Ashar, minum secangkir air hangat yang dicampur jeruk nipis dan 2 tetes minyak kayu putih. Malam sebelum tidur, konsumsi vitamin C, D dan E, berkumur dengan air garam seperti yang dilakukan di pagi hari.

Gosok minyak kayu putih terutama daerah leher, dada dan punggung, teteskan minyak kayu putih di tengah lidah. Usahakan tidur nyenyak dan jangan lupa berdo'a. Intinya harus semangat.

Tuhan sudah menguji Baong dengan wabah virus. Bagaimana sikap dan kemauan Baong dalam menghadapi gempuran virus yang dapat merengut nyawa ini, menjadi pelajaran bagi semua. Tuhan masih memberikan kesempatan kepada Boang untuk berbakti sebagai hamba, mengabdikan dirinya untuk beramal dan memperbanyak bekal.

Walau fisik Baong relatif kecil, namun dia memiliki semangat yang kuat. Kekuatan semangat itu sudah ditunjukanya, ketika dia mengemban sejumlah tugas yang dipercayakan kepadanya. Kini kekuatan semangat itu juga dia tunjukan ketika harus berhadapan dengan corona. (Bahtiar Gayo)


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda