Kamis, 27 Agustus 2026
Beranda / Ekonomi / Rizki Ramadhan: Anak Muda Nagan Raya Jangan Hanya Menunggu Peluang

Rizki Ramadhan: Anak Muda Nagan Raya Jangan Hanya Menunggu Peluang

Kamis, 27 Agustus 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Mohd. Rizki Ramadhan, mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. [Foto: dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Suka Makmue - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Mohd. Rizki Ramadhan, mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. 

Kaum muda, kata dia, tidak cukup hanya menjadi penonton atau menunggu tersedianya lapangan kerja, tetapi harus berani menciptakan peluang dari potensi yang tumbuh di sekitarnya.

Menurut Rizki, masa depan Nagan Raya sangat ditentukan oleh keberanian anak mudanya untuk berpikir kreatif, bekerja tekun, dan menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Potensi daerah pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, perdagangan, UMKM, hingga ekonomi digital harus diolah menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah.

“Daerah yang mandiri lahir dari generasi yang tidak mudah menyerah. Anak muda jangan hanya bertanya di mana pekerjaan tersedia, tetapi juga harus mulai bertanya: peluang apa yang dapat saya ciptakan, masalah apa yang dapat saya selesaikan, dan manfaat apa yang dapat saya berikan kepada masyarakat,” ujar Rizki kepada Dialeksis, Kamis (27/8/2026).

Ia mengatakan, inovasi tidak selalu harus dimulai dengan modal besar atau teknologi yang rumit. Inovasi dapat tumbuh dari langkah sederhana, seperti memperbaiki kualitas produk, mengolah hasil pertanian agar memiliki nilai jual lebih tinggi, membangun merek lokal, memperluas pemasaran melalui platform digital, serta menghadirkan layanan yang dibutuhkan masyarakat.

“Hal besar sering kali berawal dari keberanian mengambil satu langkah kecil. Jangan menunggu semuanya sempurna untuk memulai. Mulailah dengan kemampuan yang dimiliki, belajar dari kekurangan, lalu tumbuh bersama pengalaman,” katanya.

Rizki Ketua DPC PPP Kabupaten Nagan Raya juga mengingatkan kaum muda agar tidak merasa harus meninggalkan kampung halaman untuk memperoleh masa depan yang baik. Menurut dia, desa dan kecamatan di Nagan Raya menyimpan sumber daya serta kebutuhan pasar yang dapat menjadi ruang lahirnya berbagai usaha baru apabila dipadukan dengan pengetahuan, kreativitas, dan teknologi.

Hasil pertanian dan perkebunan, kata Rizki, tidak semestinya selalu dijual dalam bentuk bahan mentah. Kaum muda dapat mengambil peran melalui pengolahan, pengemasan, pemasaran, distribusi, hingga pengembangan produk turunan. Dengan demikian, nilai ekonomi dapat berputar lebih lama di daerah dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kita tidak boleh terus membiarkan kekayaan daerah pergi tanpa nilai tambah yang memadai. Anak muda harus hadir membawa pengetahuan dan cara kerja baru. Tanah kita subur, sumber daya kita ada, dan pasar terus berkembang. Yang dibutuhkan adalah keberanian menghubungkan semua potensi itu menjadi usaha produktif,” tuturnya.

Namun, Rizki menegaskan semangat kewirausahaan tidak boleh dipahami semata-mata sebagai upaya mengejar keuntungan. Usaha yang kuat harus dibangun di atas kejujuran, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemauan membuka ruang kerja bagi orang lain.

“Kesuksesan bukan hanya tentang berapa besar penghasilan yang diperoleh. Kesuksesan juga terlihat dari berapa banyak manfaat yang mampu kita hadirkan. Usaha yang baik adalah usaha yang menghidupkan pemiliknya, membantu pekerjanya, menguatkan masyarakat, dan tetap menjaga alam untuk generasi berikutnya,” ujarnya.

Rizki memahami perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan mulus. Keterbatasan modal, lemahnya jaringan pemasaran, kurangnya pengalaman, dan kegagalan kerap membuat anak muda ragu melangkah. Meski demikian, ia meminta mereka tidak menjadikan hambatan sebagai alasan untuk berhenti.

“Jangan mengukur masa depan dari keterbatasan hari ini. Keterbatasan bukan tanda bahwa kita tidak mampu, melainkan panggilan untuk belajar, bekerja sama, dan menemukan jalan yang lebih kreatif. Gagal sekali bukan berarti kehilangan masa depan. Yang berbahaya justru ketika kita berhenti mencoba,” ucapnya.

Di sisi lain, Rizki menilai pemerintah daerah dan DPRK memiliki tanggung jawab membangun ekosistem yang mendukung tumbuhnya wirausaha muda. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui pelatihan sesuai kebutuhan pasar, pendampingan usaha, kemudahan perizinan, akses permodalan yang sehat, penguatan promosi, serta keberpihakan terhadap produk lokal.

Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dayah, perbankan, pelaku usaha, komunitas, dan pemerintahan gampong. Sinergi diperlukan agar program pemberdayaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar melahirkan usaha yang mampu bertahan, berkembang, dan menyerap tenaga kerja.

“Anak muda tidak cukup hanya diberi seminar dan motivasi. Mereka memerlukan ruang untuk mencoba, pendamping ketika menghadapi masalah, akses pasar, dan kebijakan yang memberikan kesempatan kepada produk lokal untuk tumbuh,” tegasnya.

Rizki turut mengajak pemuda Nagan Raya yang sedang menempuh pendidikan atau bekerja di luar daerah agar tetap membangun hubungan dengan kampung halaman. Ilmu, pengalaman, teknologi, dan jaringan yang mereka peroleh dapat menjadi kekuatan baru bagi pembangunan ekonomi daerah.

“Di mana pun berada, jangan putuskan ikatan dengan Nagan Raya. Pulang tidak selalu berarti harus kembali menetap saat ini juga. Pulang dapat dimulai dengan membawa gagasan, membuka jaringan pasar, berbagi pengetahuan, atau membantu satu usaha kecil di kampung agar berkembang,” katanya.

Ia percaya Nagan Raya akan memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat apabila kaum mudanya tumbuh menjadi generasi produktif, percaya diri, dan saling menguatkan.

“Jangan takut melihat kawan maju. Keberhasilan satu anak muda harus menjadi pembuka jalan bagi yang lain. Kita tidak akan membangun Nagan Raya dengan berjalan sendiri-sendiri. Daerah ini akan maju ketika anak mudanya berani bermimpi, mau bekerja, dan tumbuh bersama,” pungkas Mohd. Rizki Ramadhan. [ra]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
pema - damai
dishub