Rabu, 07 Oktober 2026
Beranda / Ekonomi / PT PEMA Gandeng Enam Mitra, Proyeksi Investasi Capai Rp300 Miliar

PT PEMA Gandeng Enam Mitra, Proyeksi Investasi Capai Rp300 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Naufal Natsir Mahmud. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) memproyeksikan nilai investasi dari enam kerja sama yang dijalin dengan sejumlah mitra mencapai sekitar Rp300 miliar pada tahap awal.

Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Naufal Natsir Mahmud, mengatakan angka tersebut masih berupa proyeksi awal dan belum seluruhnya menjadi investasi yang terealisasi.

“Total nilai perkiraan mungkin kita akan mulai di angka Rp300 miliar, approximate atau perkiraan,” kata Naufal usai kegiatan Aceh Economic Development Forum (AEDF) 2026, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, enam kerja sama tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari energi, pangan, perikanan, infrastruktur telekomunikasi hingga industri bahan bangunan.

Naufal mengatakan kerja sama itu merupakan hasil penjajakan PT PEMA dengan sejumlah calon mitra yang dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan bisnis di Aceh.

“Ini good start. Satu langkah dulu, nanti bisa kita bangun ekspansi lagi,” ujarnya.

Salah satu pengembangan yang disiapkan PT PEMA berada di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar. Kawasan tersebut diarahkan untuk pengembangan industri bahan bangunan, seperti beton pracetak (precast), kabel dan baja ringan.

Naufal menilai pengembangan industri tersebut penting untuk memenuhi kebutuhan material konstruksi di Aceh yang selama ini masih banyak didatangkan dari luar daerah.

“Selama ini kita dapatkan dari luar daerah, kenapa nggak kita produksi sendiri. Jadi kita berdiri untuk kita sendiri, membantu untuk kita sendiri,” katanya.

Selain industri bahan bangunan, PT PEMA juga menjajaki pengembangan energi berbasis mikrohidro dan tenaga surya. Perusahaan juga menggandeng mitra dari Malaysia untuk mengkaji pengembangan bahan bakar berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi bahan baku di Aceh.

Di sektor telekomunikasi, PT PEMA mendorong pengembangan jaringan untuk memperkuat konektivitas di Aceh. Naufal menyebut bisnis tersebut bukan bidang baru bagi perusahaan karena PT PEMA telah mulai bergerak di sektor telekomunikasi sebelumnya.

Ia menegaskan seluruh kerja sama tersebut tidak ditargetkan langsung menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat. PT PEMA membagi pengembangan bisnis ke dalam program jangka pendek, menengah dan panjang.

“Tidak bisa hari ini kita tanda tangan, besok sudah dapat hasil. Tidak bisa. Makanya kita bagi inisiatif bisnis kita ada yang short term, mid term, dan long term,” ujarnya.

Naufal menegaskan PT PEMA tidak ingin kerja sama yang telah ditandatangani berhenti pada seremoni penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Setiap kerja sama diharapkan berlanjut menjadi aksi nyata, membuka lapangan usaha, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan setiap investasi dapat berjalan berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Jangan kita membuat bisnis yang tidak sustain. Kita harus melihat jangka panjangnya seperti apa,” kata Naufal.

Diketahui, enam kerja sama strategis PT PEMA melibatkan dua perusahaan asal Malaysia dan empat perusahaan dalam negeri.

Dua perusahaan Malaysia tersebut yakni Malaysia Tilalapan Investama, yang bekerja sama dalam kajian pengembangan energi terbarukan, serta Kedah Agro Ausin Berhad untuk pengembangan agroindustri, perdagangan, agrowisata, logistik, teknologi, peternakan, dan sumber daya manusia.

Sementara itu, empat perusahaan dalam negeri yang terlibat yaitu Citaglobal untuk kajian pengembangan energi dan bahan bakar berkelanjutan, PT Banda Sentra Nasional (BSNS) untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Aceh.

Kemudian PT Indo Surya Galvalume (ISG) untuk pengembangan pabrik baja ringan, serta PT Solusi Cipta Bangun Nusantara (SCBN) untuk pengembangan pabrik pengolahan hebel dan bata precast. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI