DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menurunkan program Klinik UMKM Bangkit ke sejumlah wilayah di Sumatera untuk mempercepat pemulihan ekonomi pelaku usaha terdampak bencana.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, program tersebut akan mulai beroperasi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Klinik UMKM Bangkit menyediakan tiga layanan utama, yakni akses pembiayaan, belanja produk lokal, serta penguatan kapasitas produksi. Program ini dirancang untuk mendorong perputaran ekonomi secara terukur dan berkelanjutan di wilayah terdampak.
Menurut Maman, pemerintah menargetkan pembentukan delapan titik Klinik UMKM Bangkit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Lokasi tersebut meliputi Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Medan, dan Kota Padang.
Selain membuka layanan klinik, Kementerian UMKM juga melakukan pendataan pasar rakyat yang terdampak bencana serta menyiapkan langkah pengaktifan kembali aktivitas perdagangan.
“Produk-produk lokal akan kami dorong masuk ke e-commerce dan jaringan mitra, agar aktivitas ekonomi tetap bergerak dan memberi dampak luas bagi masyarakat,” ujar Menteri Maman.
Ia menegaskan, keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, perbankan, sektor swasta, hingga perguruan tinggi. Pemerintah juga membuka kanal pengaduan bagi pelaku UMKM dan masyarakat. [red]