Beranda / Ekonomi / Pelaku UMKM dan Ekraf Aceh Ketiban Cuan di AMFF 2024

Pelaku UMKM dan Ekraf Aceh Ketiban Cuan di AMFF 2024

Minggu, 26 Mei 2024 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Karya seni fesyen dan UMKM Aceh di lobi utama Sarinah Mall dalam kegiatan AMFF 2024. [Foto: Disbudpar Aceh]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pelaku UMKM dan ekonomi kreatif (Ekraf) yang ikut serta dalam Aceh Muslim Fashion Festival (AMFF) 2024 yang digelar di Sarinah Mall, Jakarta Pusat ketiban cuan.

Dalam event AMFF 2024 ada dua rangkaian acara yaitu Islamic Fashion Fest (IFF) yang menampilkan karya seni fesyen dan UMKM Aceh di lobi utama Sarinah Mall.

Kemudian Muslim Fashion Week (MFW) yang digelar di pelataran Sarinah Mall. Dalam kegiatan itu bakal digelar fesyen show karya desainer asal Aceh yang sudah dikurasi terlebih dahulu.

Di lobi utama, tepatnya di bazar UMKM dan ekonomi kreatif menjadi akses masuk para pengunjung ke pusat perbelanjaan industri kreatif itu. Terpantau para pengunjung antusias untuk melihat keragaman karya seni anak Aceh.

Tidak sedikit pula yang rela merogoh kantong untuk membeli produk kesenian yang terpajang di bazar tersebut.

Salah satu pelaku ekonomi kreatif di bidang fesyen atau wastra dengan merek Lyradyba yang menjual beragam macam kerudung, baju dengan berbagai motif khas Aceh, mengaku banyak pengunjung mal yang tertarik dan membeli.

Baru dua hari pelaksanaan AMFF, produknya terjual mencapai seratusan pak, dan dipastikan penjualannya bakal meningkat karena kegiatan AMFF 2024 bakal berlangsung hingga Minggu (26/5/2024).

Owner Lyradyba, Lira Maurizsa Aryanda merasa bersyukur karena produknya bisa dipasarkan di luar Aceh. Kata dia, hal ini merupakan hal perdana produk Lyradyba dipasarkan di ibu kota.

“Dengan acara ini (AMFF 2024) kita terbantu, karena selama ini kita belum pernah memasarkan produk-produk kita ke luar Aceh,” kata Lira di Jakarta pada Sabtu (25/5/2024).

Produk Lyradyba tak hanya diminati pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, melainkan juga datang dari Malaysia hingga India.

“Mulai dari warga Jakarta, ada juga dari India dan Malaysia mereka senang banget dengan motif (kerudung) yang Masjid Raya ini, karena untuk suvenir,” katanya.

Ia juga bersyukur sudah diberi kesempatan untuk ikut serta dalam event yang diadakan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh.

“Kami bersyukur sekali dengan acara ini, jadi terbantu untuk memperkenalkan produk kami ke luar Aceh. Omzet alhamdulillah sejak kemarin itu luar biasa ‘pecah’,” katanya.

Sementara itu pengurus Dekranasda Aceh Besar, Enni Zusniaty yang memajang berbagai koleksi baju adat Aceh dan kerajinan rotan juga turut mendapat antusias dari pengunjung mal.

Bahkan pengunjung tampak berswafoto dengan kerajinan di tenan milik Dekranasda Aceh Besar.

“Alhamdulillah, pengunjung mal antusias untuk mengetahui produk kerajinan dari Aceh Besar. Ini bermanfaat untuk mengenalkan kerajinan ke warga sini (Jakarta),” kata Enni.

Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal mengatakan AMFF merupakan wadah bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk memasarkan atau mempromosikan produk lokal dan budaya daerah.

“Selama dua hari ini kita lihat pengunjung antusias datang ke bazar dan tenan-tenan UMKM dan ekonomi kreatif Aceh di ajang AMFF ini. Insyaallah, melalui kegiatan ini melahirkan akses pasar yang lebih luas dan juga meningkatkan eksposur produk-produk Ekraf Aceh di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya.[*]

Keyword:


Editor :
Indri

kip
riset-JSI
Komentar Anda