Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Mahyaruddin Yusuf: Penunjukan Sunnyl Iqbal di PGE Hal Biasa dalam Tata Kelola Perusahaan

Mahyaruddin Yusuf: Penunjukan Sunnyl Iqbal di PGE Hal Biasa dalam Tata Kelola Perusahaan

Sabtu, 28 Maret 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Mantan Sekretaris Jenderal Badan Pemenangan Mualem–Dek Fadh, Tgk Mahyaruddin Yusuf. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sekretaris Jenderal Badan Pemenangan Mualem-Dek Fadh, Tgk Mahyaruddin Yusuf, menilai penunjukan Sunnyl Iqbal sebagai Komisaris Utama PT Pema Global Energi (PGE) merupakan praktik yang lazim dalam dinamika tata kelola perusahaan, khususnya pada badan usaha milik daerah.

Menurut Mahyaruddin, pergantian atau penunjukan komisaris adalah bagian dari kewenangan pemegang saham untuk memastikan perusahaan berjalan sesuai arah strategis yang diinginkan. Dalam konteks ini, keputusan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sebagai pemegang saham utama PT Pembangunan Aceh (Perseroda), dinilai sah dan memiliki dasar yang jelas.

“Dalam korporasi, hal seperti ini bukan sesuatu yang luar biasa. Sepanjang memenuhi syarat administratif, kompetensi dasar, serta tidak melanggar ketentuan, maka penunjukan itu sah dan wajar,” kata Mahyaruddin kepada Dialeksis, Sabtu (28/3/2026).

Ia menekankan, jabatan komisaris pada dasarnya berfungsi sebagai pengawas dan pemberi arah strategis, bukan posisi teknis operasional. Karena itu, menurut dia, yang dibutuhkan adalah kapasitas dalam membaca kebijakan, memahami tata kelola, serta menjaga akuntabilitas perusahaan.

Mahyaruddin juga mengingatkan agar publik tidak melihat keputusan tersebut semata dari aspek personal atau kedekatan, melainkan dari kebutuhan organisasi yang lebih besar. Ia menilai, dalam fase restrukturisasi seperti yang dilakukan PGE, dibutuhkan figur yang mampu menjembatani kepentingan pemegang saham dengan manajemen perusahaan.

“Fokusnya harus pada kinerja ke depan. Apakah PGE bisa lebih sehat, lebih transparan, dan memberi kontribusi lebih besar bagi pendapatan daerah. Itu ukuran utamanya,” ujarnya.

Dari sisi lain, Mahyaruddin melihat penunjukan Sunnyl Iqbal dapat dimaknai sebagai upaya membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam posisi strategis. Menurut dia, regenerasi kepemimpinan di lingkungan BUMD menjadi penting untuk mendorong inovasi dan adaptasi terhadap tantangan industri energi yang terus berubah.

Ia menambahkan, kehadiran figur muda dalam struktur komisaris tidak serta-merta menjadi persoalan selama tetap berada dalam koridor profesionalisme dan tata kelola yang baik. Justru, kata dia, kombinasi antara pengalaman dan perspektif baru dapat memperkuat arah kebijakan perusahaan.

“Selama ada mekanisme kontrol, transparansi, dan akuntabilitas yang dijalankan, maka siapa pun yang ditunjuk harus diberi ruang untuk bekerja dan membuktikan kinerjanya,” kata Mahyaruddin.

Ia berharap, dengan susunan baru tersebut, PGE mampu memperkuat perannya sebagai perusahaan energi daerah yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Aceh. [arn]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI