DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Setelah sempat menjadi primadona saat harga emas terus melonjak, harga perak internasional di Banda Aceh kini mengalami penurunan.
Di Pasar Peunayong, Kota Banda Aceh, perak internasional yang sebelumnya dijual sekitar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per gram, kini turun menjadi sekitar Rp80 ribu per gram.
Daffa, salah seorang pedagang perhiasan di kawasan sekitar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, mengatakan penurunan harga terjadi setelah sebelumnya perak ikut terdongkrak akibat kenaikan harga emas di pasar global.
"Kalau dulu saat harganya tinggi, perak internasional bisa mencapai Rp100 ribu sampai Rp120 ribu per gram. Sekarang sudah turun menjadi sekitar Rp80 ribu per gram," kata Daffa kepada Dialeksis.com, Sabtu, 25 Juli 2026.
Menurutnya, harga tersebut berlaku untuk perak internasional dengan kualitas yang telah terjamin. Sementara itu, perak lokal dipasarkan dengan harga yang lebih terjangkau, yakni berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per gram, tergantung kualitas dan jenis perhiasannya.
Meski harga perak mengalami penurunan, Daffa menyebut minat masyarakat terhadap perhiasan berbahan perak masih cukup tinggi. Saat harga emas melambung, perak sempat menjadi pilihan utama karena menawarkan tampilan yang menarik dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
"Kalau dibandingkan emas, tentu perak masih menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memiliki perhiasan dengan harga lebih ekonomis," ujarnya.
Ia menambahkan, cincin, gelang, kalung, dan berbagai aksesori berbahan perak masih menjadi produk yang paling banyak dicari pembeli. Perak internasional juga lebih diminati karena dinilai memiliki kualitas dan daya tahan yang lebih baik dibandingkan perak lokal.
"Meskipun harga perak kini mulai melandai, permintaan tetap stabil, perak masih memiliki daya tarik sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin mengenakan perhiasan tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar membeli emas," tutupnya.