Minggu, 16 Agustus 2026
Beranda / Ekonomi / Program Magang Nasional 2026: 700 Peserta Lolos Seleksi di BSI

Program Magang Nasional 2026: 700 Peserta Lolos Seleksi di BSI

Sabtu, 15 Agustus 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya (kiri) melakukan kickoff dukungan Progam Magang Nasional bersama perwakilan peserta di Kantor BSI Tower Jakarta (13/8/2026). [Foto: Humas BSI]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) di bawah dukungan Danantara Indonesia turut berkontribusi dalam Program Magang Nasional 2026 yang digagas pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Program tersebut merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi 2026. Program Magang Nasional memberikan kesempatan kepada para fresh graduate untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung sekaligus membangun kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

Berdasarkan data Kemnaker, Program Magang Nasional 2026 ditargetkan menyerap 150.000 peserta secara nasional. Pelaksanaannya dilakukan dalam beberapa gelombang, dengan tahap pertama diikuti 50.000 peserta dan mulai dibuka pada Agustus 2026.

Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya mengatakan pihaknya menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, program magang menjadi salah satu bentuk komitmen BSI dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan industri.

"Bank Syariah Indonesia menyambut positif program Magang Nasional sebagai komitmen nyata Perseroan untuk mencetak generasi muda yang tangguh, kompeten, dan mampu bersaing di dunia industri," kata Arief, Kamis (13/8/2026).

Ia menyebut program magang dapat menjadi tahap awal bagi peserta untuk mengenal dunia kerja sekaligus membuka peluang membangun karier di industri perbankan.

"Program magang menjadi first real chapter road to employee. Di sinilah peran kami sebagai institusi perbankan syariah untuk berkontribusi aktif mendorong anak-anak muda naik kelas," ujarnya.

Tahun ini, BSI menjadi salah satu perusahaan yang banyak diminati peserta Program Magang Nasional. Lebih dari 5.300 orang mendaftar, sementara sekitar 700 peserta dinyatakan lolos seleksi.

Para peserta kemudian ditempatkan di kantor pusat dan jaringan BSI di berbagai wilayah Indonesia sesuai dengan lokasi pendaftaran.

BSI menyediakan 20 pilihan jabatan pemagangan nasional. Peserta dapat memperoleh pengalaman di berbagai bidang, antara lain Data Analyst, Operation Support, Junior IT, Human Capital, Finance, Risk Management, Legal, Corporate Communication, Procurement, Economic Research, Creative Design, Content Management, serta fungsi bisnis dan operasional lainnya.

Arief mengatakan pengalaman yang diperoleh peserta tidak hanya berkaitan dengan kemampuan profesional, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun relasi dan mengembangkan potensi masing-masing.

"Kami berharap para peserta dapat berkontribusi aktif dengan memberikan ide-ide segar dan inovasi untuk mengembangkan perbankan syariah ke depannya," katanya.

Menurut Arief, kehadiran peserta magang juga memberikan warna baru di lingkungan kerja BSI yang kini memiliki sekitar 17.000 pegawai. Mayoritas pegawai BSI berasal dari generasi Z dan milenial.

"Saat ini jumlah pegawai BSI mencapai 17 ribu pegawai yang didominasi Gen Z dan Gen Milenial. Hadirnya peserta magang nasional menjadi warna baru bagi kami untuk berkolaborasi di seluruh generasi dan tentunya di tengah tantangan digital yang serba cepat dan dinamis," jelasnya.

Ia menambahkan, BSI berupaya menjaga budaya kerja sebagai bank syariah sekaligus memastikan proses bisnis dapat berjalan cepat dan andal.

"Di sinilah kami membangun koneksi agar budaya kerja BSI sebagai bank syariah tetap melekat, namun tetap mengedepankan business process yang cepat dan handal," ujarnya.

Arief berharap pengalaman yang didapat selama mengikuti program magang di BSI dapat menjadi bekal bagi peserta dalam melanjutkan perjalanan karier.

"Kami berharap pengalaman selama mengikuti program di BSI dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk melanjutkan perjalanan kariernya. Bukan hanya menjadi tenaga kerja yang siap masuk industri, tetapi juga menjadi talenta yang mampu menciptakan nilai dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia," pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI