Selasa, 08 September 2026
Beranda / Ekonomi / Alpukat dari Dataran Tinggi Gayo Banjiri Banda Aceh, Harga Mulai Rp10 Ribu per Kilogram

Alpukat dari Dataran Tinggi Gayo Banjiri Banda Aceh, Harga Mulai Rp10 Ribu per Kilogram

Selasa, 08 September 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Seorang pedagang menjajakan alpukat asal Bener Meriah dan Aceh Tengah di pinggir Jalan Lampulo–Jambo Tape, Lamdingin, Banda Aceh. Harga alpukat mulai Rp10.000 per kilogram. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Buah alpukat asal dataran tinggi Gayo kini mudah ditemukan di sejumlah titik penjualan di Kota Banda Aceh. Harganya pun relatif terjangkau, mulai dari Rp10.000 per kilogram.

Pantauan Dialeksis.com, Selasa (8/9/2026), alpukat tersebut dijajakan di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Jalan Lamdingin, Lampulo, Pasar Al-Mahirah, Peunayong, Darussalam hingga Rukoh.

Di kawasan Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, salah seorang pedagang, Yudi, menjajakan alpukat di pinggir Jalan Lampulo-Jambo Tape, tepatnya di sekitar Masjid Al Abrar Lamdingin.

Yudi mengatakan alpukat yang dijualnya didatangkan dari wilayah tengah Aceh, terutama Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

“Alpukat ini dari Bener Meriah dan Aceh Tengah. Sekarang harganya Rp10.000 per kilogram,” kata Yudi kepada media dialeksis.com. 

Menurutnya, pasokan alpukat dari dataran tinggi Gayo masih cukup tersedia sehingga harga di tingkat pedagang dapat dijangkau masyarakat.

Namun, kondisi di daerah asal alpukat saat ini tengah menghadapi banjir. Yudi menyebut situasi tersebut telah berlangsung sekitar satu bulan.

“Sekarang di sana lagi banjir, sudah sekitar satu bulan,” ujarnya.

Meski demikian, pasokan alpukat ke Banda Aceh masih terlihat di sejumlah titik. Para pedagang memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap buah tersebut untuk menjajakan dagangan di pinggir jalan.

Salah seorang pembeli, Aisyah, mengaku cukup menyukai alpukat. Selain rasanya, ia memilih buah tersebut karena dinilai memiliki kandungan vitamin yang baik bagi tubuh.

“Saya suka alpukat karena ada vitaminnya. Kalau harganya Rp10.000 per kilogram juga cukup terjangkau,” kata Aisyah.

Murahnya harga alpukat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Banda Aceh. Buah yang berasal dari kawasan dataran tinggi Gayo tersebut kini tidak hanya mudah ditemukan di pasar, tetapi juga di lapak-lapak sederhana yang berada di sejumlah ruas jalan.

"Ini kesempatan untuk menikmati buah lokal dengan harga yang lebih bersahabat," tutup Aisyah. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
kejati bsi