Senin, 05 Oktober 2026
Beranda / Ekonomi / Harga Daging Ayam Ras Naik di Sejumlah Daerah, Bapanas Siapkan Subsidi Angkut

Harga Daging Ayam Ras Naik di Sejumlah Daerah, Bapanas Siapkan Subsidi Angkut

Senin, 05 Oktober 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi
Daging ayam ras. [Foto: dok. dialeksis.com/Indra Wijaya]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Komoditas daging ayam ras kembali memberikan andil terhadap inflasi nasional sepanjang September 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kondisi tersebut dipengaruhi peningkatan permintaan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah. Selain itu, harga pakan ternak turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga ayam.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan langkah antisipasi agar kenaikan harga tidak terjadi secara berlebihan. Salah satunya dengan memberikan subsidi biaya angkut bagi daerah yang bukan merupakan sentra produksi ayam ras.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan kenaikan harga hanya terjadi di sejumlah daerah yang pasokan ayamnya terbatas.

"Ini ada kebutuhan semakin banyak, mungkin dalam bulan-bulan terakhir terjadi kenaikan, tapi masih harga yang wajar. Di daerah pun masih banyak yang murah. Hanya tempat-tempat tertentu saja yang mungkin produsen ayamnya kurang," kata Hermawan dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (5/10/2026).

Menurutnya, mahalnya biaya distribusi menjadi salah satu kendala pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Karena itu, Bapanas siap membantu subsidi angkutan dari daerah yang memiliki surplus produksi ke wilayah yang kekurangan pasokan.

"(Untuk) angkutan distribusi, kita bisa subsidi dari Bapanas, supaya penyerapan produksi dari tempat produsen yang lebih bisa menyebar ke seluruh daerah," ujarnya.

Berdasarkan pemantauan Bapanas, harga rata-rata daging ayam ras secara nasional pada 2 Oktober 2026 mencapai Rp40.961 per kilogram. Angka tersebut turun 0,62 persen dibandingkan sepekan sebelumnya sebesar Rp41.218 per kg dan turun 0,82 persen dibandingkan sebulan sebelumnya yang mencapai Rp41.300 per kg.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menjaga harga di tingkat peternak melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menginstruksikan Perum Bulog memperpanjang penyaluran jagung pakan dengan harga lebih ekonomis bagi peternak unggas.

Bahkan, pemerintah memproses tambahan alokasi SPHP jagung pakan sebesar 150 ribu ton.

Per 2 Oktober 2026, realisasi penyaluran SPHP jagung pakan telah mencapai 172,1 ribu ton atau 71,36 persen dari target 241,2 ribu ton. Jagung tersebut telah diakses peternak yang tersebar di 29 provinsi.

Dari sisi ketersediaan, stok daging ayam ras diproyeksikan masih surplus hingga akhir 2026. Stok awal tahun sekitar 200 ribu ton ditambah estimasi produksi 4,7 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional diperkirakan mencapai 3,9 juta ton.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai keseimbangan pasokan dan harga dari tingkat peternak hingga konsumen perlu terus dijaga. [red]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI