Kamis, 30 Juli 2026
Beranda / Ekonomi / El Nino Mengancam Indonesia, Bapanas Ungkap Stok Beras Capai 5,25 Juta Ton

El Nino Mengancam Indonesia, Bapanas Ungkap Stok Beras Capai 5,25 Juta Ton

Rabu, 29 Juli 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa. [Foto: dok. Bapanas]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok pangan pokok strategis di Indonesia masih dalam kondisi aman untuk menghadapi potensi El Nino pada 2026.

Hal tersebut disampaikan menyusul prediksi yang menyebut Indonesia menjadi salah satu negara yang rentan terdampak fenomena El Nino, bersama India, Brasil, dan Kolombia.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan yang disusun Bapanas, ketersediaan sejumlah komoditas pangan pokok hingga akhir 2026 relatif aman.

"Mulai dari beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula konsumsi, poin pentingnya, stok yang kita miliki sampai akhir tahun relatif bagus," kata Ketut, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, kondisi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) saat ini juga lebih kuat dibandingkan sebelum Indonesia menghadapi puncak El Nino pada 2023 lalu.

Berdasarkan catatan Bapanas, stok CPP beras pada awal September 2023 tercatat sekitar 1,52 juta ton. Sementara itu, per 28 Juli 2026, stok CPP beras telah mencapai 5,25 juta ton atau meningkat sekitar 245,4 persen.

Stok CPP jagung yang sebelumnya nihil pada September 2023, kini mencapai sekitar 166 ribu ton. Adapun stok CPP daging ayam ras meningkat 138,4 persen menjadi sekitar 38 ton.

Selain itu, pemerintah juga memiliki stok CPP berupa gula konsumsi sekitar 2 ribu ton dan minyak goreng sekitar 1 ribu kiloliter.

Ketut mengatakan mayoritas pasokan CPP tersebut berasal dari penyerapan produksi pangan dalam negeri. Kondisi ini dinilai menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman musim kering dan El Nino.

Bapanas pun mendorong Perum Bulog untuk memperkuat penyaluran beras ke pasar rakyat. Penyaluran tersebut di antaranya dilakukan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

"Pertama, GPM mohon digencarkan. Kedua, mohon juga digencarkan SPHP beras medium di pasar-pasar terutama, karena beberapa pasar kami lihat masih berbatas," ujar Ketut. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI