Jum`at, 09 Oktober 2026
Beranda / Ekonomi / Cadangan Devisa Indonesia Turun Tipis pada September 2026, Ini Penyebabnya

Cadangan Devisa Indonesia Turun Tipis pada September 2026, Ini Penyebabnya

Jum`at, 09 Oktober 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri
Ilustrasi cadangan devisa Indonesia. [Foto: desain ChatGPT oleh dialeksis.com]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia sebesar US$ 146,3 miliar pada akhir September 2026. Angka tersebut turun tipis dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 yang mencapai US$ 146,5 miliar.

BI menjelaskan, perkembangan cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari penarikan pinjaman luar negeri pemerintah hingga penerimaan pajak dan jasa. Namun, posisi cadangan devisa turut terpengaruh pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Meski mengalami penurunan, BI memastikan posisi cadangan devisa Indonesia masih memadai. Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Posisi cadangan devisa tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," demikian keterangan Departemen Komunikasi BI yang diterima pada Jumat (9/10/2026).

BI menilai, cadangan devisa yang memadai mampu mendukung ketahanan sektor eksternal sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap terjaga. Optimisme tersebut ditopang oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing, seiring persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang masih menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tulis BI. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI