DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Budidaya ikan hias jenis guppy dan molly premium mulai menjadi salah satu kegiatan yang diminati anak muda di Aceh. Aktivitas tersebut tidak hanya berkembang di Kota Lhokseumawe, tetapi juga mulai dilakukan oleh penghobi di Aceh Utara, Bireuen hingga Banda Aceh.
Salah satunya dilakukan Adi, warga Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Ia membudidayakan ikan guppy premium dan molly premium di rumahnya melalui tempat budidaya yang diberi nama Ruang Sirip Lhokseumawe.
Saat media Dialeksis.com pada Senin, 21 September 2026 melihat langsung proses budidaya di lokasi, terlihat sejumlah wadah berisi ikan hias yang dipelihara dan dikembangkan Adi.
Adi mengatakan, ikan guppy premium memiliki daya tarik tersendiri bagi para penghobi karena warna, bentuk tubuh, dan siripnya yang lebih menonjol dibandingkan guppy biasa.
"Guppy premium itu punya banyak variasi warna dan bentuk. Ada Full Gold, Albino Full Red, Blue atau Purple Moscow, sampai Platinum Red Tail Dumbo Ear. Masing-masing punya karakter dan keunikan tersendiri,” kata Adi.
Ia menambahkan, selain guppy, dirinya juga membudidayakan ikan molly premium, salah satunya Molly Red Head yang memiliki ciri khas warna merah atau oranye pada bagian kepala.
“Selain guppy, saya juga membudidayakan molly. Salah satunya Molly Red Head. Warnanya menarik, terutama bagian kepalanya yang merah atau oranye,” ujarnya.
Menurut Adi, budidaya ikan hias tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
“Awalnya memang dari hobi. Tapi kalau ditekuni, ikan hias ini juga bisa menjadi peluang usaha. Kita bisa mulai dari jumlah yang sedikit, kemudian dikembangkan secara bertahap,” katanya.
Adi menyebutkan, minat terhadap ikan guppy dan molly premium juga mulai terlihat di kalangan anak muda di sejumlah daerah Aceh, seperti Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen dan Banda Aceh.
Sementara itu, Lukman, salah seorang pembeli, mengaku tertarik dengan ikan guppy dan molly premium karena warna dan bentuknya yang berbeda dari ikan hias pada umumnya.
“Saya tertarik karena warna dan bentuk ikannya memang bagus dan berbeda. Apalagi banyak jenis yang bisa dipilih sesuai selera,” kata Lukman.
Menurut Lukman, keberadaan pembudidaya lokal juga memudahkan para penghobi mendapatkan ikan hias.
“saat ini lebih mudah mendapatkan ikan hias. Tidak harus selalu membeli dari luar daerah,” tutupnya.