Minggu, 01 November 2026
Beranda / Ekonomi / Bidik Pertumbuhan 8 Persen, Pengusaha Siapkan Bantalan Krisis

Bidik Pertumbuhan 8 Persen, Pengusaha Siapkan Bantalan Krisis

Minggu, 01 November 2026 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Prabowo terima jajaran Kadin di Hambalang. Foto: Dok. Sekretariat Kabinet


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Penguatan ketahanan usaha dan penyiapan generasi muda menjadi perhatian dunia usaha dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian global, Kadin Indonesia menyiapkan langkah menghadapi guncangan, sementara kalangan pengusaha muda mendorong pemberdayaan potensi daerah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Perhatian terhadap kualitas sumber daya manusia mengemuka ketika Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) dan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).

Pertemuan tersebut diikuti sekitar 400 peserta P3MDI angkatan pertama tahun anggaran 2026 serta 250 anggota Kadin dari berbagai daerah. Selain memberikan arahan kepada calon pemimpin, Prabowo mendengarkan laporan dunia usaha mengenai investasi dan kontribusi sektor swasta dalam pembangunan nasional.

Anggota Kadin Indonesia, James Riady, menilai perhatian Prabowo terhadap pendidikan dan pembentukan karakter merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Menurutnya, kemajuan negara sangat berkaitan dengan kualitas manusia, terutama pemimpin yang memiliki kemampuan dan karakter kuat.

“Dia mencurahkan hati dia itu untuk pendidikan, untuk pembangunan manusia,” ujar James.

James juga mengapresiasi pembukaan kesempatan bagi anak muda dari kelompok masyarakat tertinggal melalui seleksi berbasis kemampuan. Ia menyebut peserta P3MDI akan menjalani pelatihan intensif selama sembilan bulan untuk mempersiapkan kapasitas kepemimpinan mereka.

Dukungan serupa disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Bidang Pangan, Mulyadi Jayabaya. Ia menekankan pentingnya kerja sama pemerintah dan swasta untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyiapkan generasi penerus pembangunan. 

Di bidang ekonomi, Kadin menempatkan ketahanan usaha sebagai salah satu agenda utama. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan tiga kerangka rekomendasi dalam Rapimnas Kadin 2026 yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 29 - 30 Oktober 2026.

Ketiganya mencakup penguatan bantalan menghadapi krisis, penjagaan ketersediaan bahan baku produksi rakyat, serta kepastian berusaha agar Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional. 

Dalam penjelasannya seusai Rapimnas, Jumat (30/10/2026), Anindya menyebut bantalan ekonomi perlu dibangun dengan menjaga arus kas perusahaan, kesehatan fiskal pemerintah pusat dan daerah, serta daya beli rumah tangga. Langkah tersebut ditujukan untuk mempertahankan kemampuan pasar menyerap hasil produksi usaha rakyat dan industri.

Kadin juga mendorong integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir agar kebutuhan bahan baku tetap terpenuhi. Sementara itu, penguatan kepastian berusaha diarahkan untuk membuka ruang perdagangan dan investasi yang lebih luas. 

Untuk mengawal pelaksanaan program, Kadin menyiapkan delapan kelompok kerja dengan pemantauan setiap tiga bulan. Langkah ini dimaksudkan agar agenda organisasi terus ditindaklanjuti setelah forum tahunan berakhir. 

Kehati-hatian dunia usaha turut tercermin dalam survei Business Pulse kuartal III 2026 yang dipublikasikan Kadin Indonesia Institute pada 22 Oktober 2026. Sebanyak 32,4 persen responden menyatakan menunda atau mengurangi rencana investasi untuk enam bulan berikutnya. Survei tersebut melibatkan 330 responden anggota Kadin di 28 provinsi pada 14 - 30 September 2026. 

Di tengah tantangan itu, Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (KAPMI) menyerukan agar anak muda tetap mengambil peran. Ketua Umum BPP KAPMI, Muliansyah Abdurrahman, menilai pengusaha muda dapat membantu menjaga perputaran ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

“Anak muda tidak boleh jadi penonton, harus jadi pemain utama ekonomi nasional,” kata Muliansyah dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026), terkait kehadirannya pada Rapimnas Kadin. 

Menurut Muliansyah, target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo dapat dikejar melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hilirisasi, serta pemberdayaan pengusaha muda di daerah.

Untuk mendukung langkah tersebut, KAPMI menyatakan akan mengonsolidasikan pengusaha muda di 38 provinsi guna mengembangkan potensi ekonomi setempat. Kolaborasi dengan Kadin dan pemerintah juga didorong agar kegiatan usaha menjangkau hingga ke desa.

Muliansyah mengajak pengusaha muda memanfaatkan situasi yang menantang untuk memperkuat konsolidasi, berinovasi, dan mencari peluang usaha baru menuju Indonesia Emas 2045.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI