Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Trump Pilih Kevin Warsh Pimpin The Fed, Arah Suku Bunga Berpotensi Berubah

Trump Pilih Kevin Warsh Pimpin The Fed, Arah Suku Bunga Berpotensi Berubah

Minggu, 01 Februari 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kevin Warsh. Foto: Ann Saphir/Reuters


DIALEKSIS.COM | Internasional - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menunjuk Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve (The Fed) untuk menggantikan Jerome Powell. Penunjukan ini dinilai berpotensi membawa perubahan signifikan terhadap arah kebijakan moneter AS, khususnya terkait kebijakan suku bunga yang berdampak langsung pada perekonomian dan konsumen.

Langkah Trump tersebut sejalan dengan dorongannya agar bank sentral AS segera menurunkan suku bunga acuan. Kevin Warsh diperkirakan akan lebih terbuka terhadap kebijakan pelonggaran moneter, termasuk pemangkasan suku bunga pada paruh kedua tahun 2026.

Trump bahkan secara terbuka menyampaikan pujian terhadap Warsh. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan keyakinannya bahwa Warsh akan membawa The Fed ke arah yang lebih baik.

“Saya telah mengenal Kevin sejak lama, dan tidak ragu dia akan tercatat sebagai salah satu Ketua The Fed TERBAIK, mungkin yang terbaik,” tulis Trump, seperti dikutip dari CNBC, Minggu (1/2/2026).

Sesuai ketentuan yang berlaku, calon Ketua The Fed harus mendapatkan persetujuan dari Senat AS. Jika proses konfirmasi berjalan mulus, Warsh akan mulai menjabat setelah masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang.

Kevin Warsh bukan sosok asing di lingkaran kebijakan moneter AS. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed dan memiliki latar belakang kuat di dunia Wall Street. Dalam beberapa kesempatan, Warsh dikenal sebagai pengkritik kebijakan The Fed, terutama terkait penanganan inflasi dan kehati-hatian berlebihan dalam menentukan arah suku bunga.

Pada Juli lalu, Warsh sempat menyampaikan pandangannya kepada CNBC bahwa keraguan The Fed untuk menurunkan suku bunga justru dapat menggerus kredibilitas bank sentral di mata publik dan pelaku pasar.

Namun demikian, pandangan terhadap Warsh tidak sepenuhnya seragam. Brett House, profesor ekonomi di Columbia Business School, menilai Warsh sebagai figur yang relatif lebih “hawkish” dibandingkan kandidat lainnya.

“Berdasarkan pernyataan dan tindakannya di masa lalu saat menjabat sebagai Gubernur The Fed, Warsh adalah kandidat paling hawkish dibandingkan tiga kandidat lainnya,” ujar House.

Penunjukan Warsh pun menjadi sorotan pelaku pasar global, mengingat kebijakan The Fed memiliki pengaruh besar terhadap arus modal, nilai tukar, dan stabilitas ekonomi dunia, termasuk bagi negara-negara berkembang.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI