Logo Dialeksis
obama market
Beranda / Berita / Dunia / Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara

Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara

Selasa, 04 Juni 2019 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +
Di Turki memiliki Festival Gula, yaitu bagi-bagi manisan saat hari raya. [FOTO: IST]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Hari Raya Idul Fitri selalu disambut dengan suka cita seluruh muslim di dunia. Jika di Indonesia, saat Lebaran, ada tradisi mudik dan silaturahmi ke rumah sanak saudara di hari raya.

Tak kalah dengan di Indonesia, umat Islam di berbagai negara juga punya cara dan tradisi unik merayakan Idul Fitri. Dialeksis.com mengutip dari berbagai sumber tradisi unik Lebaran di dunia.

Festival Manisan di Turki

Umat muslim di Turki menempatkan Idul Fitri lebih penting dibanding Idul Adha, sama seperti tradisi Indonesia. Pemerintah Turki menetapkan libur nasional sebanyak tiga hari di luar hari raya.

Namun yang berbeda dari perayaan Idul Fitri yakni adanya permen atau gulali yang melimpah di rumah-rumah keluarga muslim Turki setelah Salat Id. Warga setempat menyebut Idul Fitri sebagai 'Hari Raya Gula' alias Seker Bayram.

Setiap keluarga akan mengantarkan manisan, permen, dan semacamnya ke tetangga mereka. Permen ini jadi komponen wajib, sudah biasa jika anak kecil akan berkeliling kampung untuk mencari gula-gula sebanyak mungkin. Bagi orang Barat, tradisi Idul Fitri di Turki sekilas lebih mirip Helloween.

Ziarah Kubur Hio di China

Dari 56 etnis diakui pemerintah China, ada 10 etnis yang penduduknya mayoritas muslim. Untuk warga muslim dari etnis Hui di Provinsi Ningxia, ada satu tradisi setelah Salat Idul Fitri yang tak pernah ditinggalkan yakni ziarah kubur.

Ziarah kubur mereka terlihat unik karena masih memakai hiu atau dupa, laiknya tradisi khas warga Tionghoa. Umat Islam di China biasanya memanjatkan doa selain untuk keluarga, juga ditujukan buat ribuan nenek moyang mereka yang tewas akibat Revolusi Kebudayaan serta persekusi Dinasti Qing.

Muslim etnis Hui populasinya mencapai 2,36 juta orang. Nyaris seluruhnya tinggal di Yinchuan, Ibu Kota provinsi Ningxia, seperti dilansir Kantor Berita Xinhua.

Chaand Raat, India

India juga memiliki tradisi unik saat Lebaran. Salah satunya dengan Chaand Raat atau menghias tangan dengan henna. Biasanya perempuan India melakukan Chaand Raat di malam terakhir Ramadan.

Selain melakukan tradisi menghias tangan dengan henna, mereka juga membagikan dan bertukar makanan manis. Kemudian di hari raya muslim India akan merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga dan menyantap Servai yaitu sejenis bihun dan Sheer Kurma sebagai makanan penutup.

Perang Telur di Afganistan

Masyarakat Afganistan memiliki cara unik untuk merayakan hari Raya Idul Fitri. Tradisi unik di Afganistan dikenal dengan Tokhm-Jangi atau perang telur.

Satu pemain mengadu telur yang mereka bawa dengan pemain lain, hingga telur tersebut pecah. Biasanya tradisi ini dilakukan di taman-taman dan telur yang dibawa warna-warni.(red/merdeka.com)

Editor :
Makmur Dimila

obama market 2
Tsunami
Komentar Anda