Beranda / Berita / Dunia / Taliban Larang Salon Kecantikan Bagi Wanita di Afghanistan

Taliban Larang Salon Kecantikan Bagi Wanita di Afghanistan

Selasa, 04 Juli 2023 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Seorang wanita Afghanistan berjalan melewati salon kecantikan di Kabul. [Foto: Mohammad Ismail/Reuters]


DIALEKSIS.COM | Dunia - Taliban melarang salon kecantikan wanita di Afghanistan, kata seorang juru bicara pemerintah, dalam pembatasan terbaru tentang hak dan kebebasan wanita dan anak perempuan di negara itu.

Perintah pemerintah, yang dikonfirmasi pada hari Selasa (4/7/2023), mengikuti dekrit yang melarang perempuan dari pendidikan, ruang publik, dan sebagian besar bentuk pekerjaan sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus 2021 ketika pasukan AS dan NATO menarik diri.

Seorang juru bicara Kementerian Kebajikan dan Wakil yang dikelola Taliban, Mohammad Sidik Akif Mahajar, tidak memberikan rincian larangan tersebut. Ia hanya membenarkan isi surat yang beredar di media sosial.

Surat kementerian, tertanggal 24 Juni, mengatakan itu menyampaikan perintah lisan dari pemimpin tertinggi, Haibatullah Akhunzada.

Larangan tersebut menargetkan ibu kota, Kabul, dan semua provinsi, dan memberikan pemberitahuan sebulan sebelumnya kepada panti-panti di seluruh negeri untuk menghentikan bisnis mereka. Setelah periode itu, mereka harus menutup dan menyerahkan laporan tentang penutupan mereka.

Surat itu tidak memberikan alasan pelarangan. Itu terjadi beberapa hari setelah Akhunzada mengklaim bahwa pemerintahnya telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk perbaikan kehidupan perempuan di Afghanistan.

Mohammad Sadeq Akif Muhajir, juru bicara Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, tidak mau mengatakan mengapa perintah baru itu diberikan.

"Begitu ditutup maka kami akan membagikan alasannya kepada media," katanya kepada kantor berita AFP.

Muhajir mengatakan para pelaku usaha diberi waktu untuk menutup urusan mereka sehingga mereka dapat menghabiskan stok mereka tanpa mengalami kerugian. Salinan perintah yang dilihat oleh AFP mengatakan itu "berdasarkan instruksi lisan dari pemimpin tertinggi".

Terlepas dari janji awal pemerintahan yang lebih moderat daripada selama masa kekuasaan mereka sebelumnya pada 1990-an, Taliban telah memberlakukan tindakan keras. Itu telah melarang perempuan dari ruang publik, seperti taman dan pusat kebugaran, dan menindak kebebasan media.

Sebagian besar perempuan juga dilarang bekerja untuk PBB atau LSM, dan ribuan telah dipecat dari pekerjaan pemerintah atau dibayar untuk tinggal di rumah.

Langkah-langkah tersebut telah memicu kegemparan internasional yang sengit, meningkatkan isolasi negara pada saat ekonominya runtuh dan telah memperburuk krisis kemanusiaan. [Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda