Beranda / Berita / Dunia / Siapakah yang Lebih Siap: Teheran atau Tel Aviv?

Siapakah yang Lebih Siap: Teheran atau Tel Aviv?

Sabtu, 13 April 2024 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Ilustrasi komparasi kekuatan militer Israel dengan Iran. Foto/Begin-Sadat Center for Strategic Studies


DIALEKSIS.COM | Teheran - Ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv meningkat setelah serangan rudal Israel terhadap kompleks Kedutaan Besar Iran di Damaskus. Hal ini memicu kekhawatiran akan potensi perang besar-besaran di Timur Tengah.

Namun, pertanyaannya adalah: negara mana yang lebih siap menghadapi kemungkinan perang besar-besaran itu? Israel bersiap menghadapi kemungkinan pembalasan atas serangan mematikannya terhadap kompleks diplomatik Iran di Suriah. Para pejabat khawatir Iran mungkin akan merespons dengan menggunakan “rudal balistik jarak jauh, rudal jelajah, atau drone.”

Para ahli telah memperingatkan bahwa respons langsung dari Iran mungkin menjadi target yang diharapkan oleh Israel. Mereka menunjukkan bahwa Teheran bisa mencapai hasil yang sama efektifnya melalui cara-cara asimetris.

Meskipun kedua negara tidak berbagi perbatasan langsung, mereka memiliki kemampuan militer yang mungkin menimbulkan kerugian serius jika situasi memanas. Berikut adalah gambaran kemampuan masing-masing:

Pasukan

Pada awal tahun 2023, Institut Internasional untuk Studi Strategis memperkirakan total kekuatan Angkatan Pertahanan Israel mencapai 169.500 tentara, dengan tambahan 465.000 tentara cadangan. Angkatan Darat Israel memiliki sekitar 126.000 tentara dan 400.000 cadangan. Angkatan Udara Israel memiliki 34.000 personel dan 55.000 cadangan. Sedangkan Angkatan Laut Israel memiliki 9.500 personel dan 10.000 cadangan.

Angkatan Bersenjata Iran memiliki sekitar 420.000 tentara, termasuk 350.000 prajurit di Angkatan Darat, 37.000 personel di Angkatan Udara, 18.000 di Angkatan Laut, dan 15.000 di pasukan Pertahanan Udara. Republik Islam juga memiliki 230.000 pasukan elit Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk 150.000 di Angkatan Darat, 40.000 paramiliter, 20.000 di Angkatan Laut IRGC, dan 15.000 di Angkatan Udara dan Pertahanan Udara IRGC. Iran juga memiliki 350.000 personel cadangan terlatih yang dapat dipanggil dalam situasi krisis.

Anggaran

Pada tahun 2022, Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm memperkirakan anggaran pertahanan Israel sekitar USD23,4 miliar (termasuk bantuan militer tahunan AS sebesar USD3,18 miliar). Iran memiliki anggaran pertahanan sekitar USD6,8 miliar pada tahun yang sama. Republik Islam Iran mengalokasikan anggarannya yang lebih kecil untuk biaya operasional dan pengadaan senjata yang lebih rendah, dengan fokus pada strategi asimetris.

Senjata

Kedua negara memiliki industri pertahanan dalam negeri yang besar, memungkinkan produksi segala jenis senjata mulai dari yang ringan hingga rudal. Israel memiliki kerja sama dengan AS dalam membangun sektor pertahanannya. Di sisi lain, Iran, yang terkena sanksi selama beberapa dekade, berusaha memproduksi sebanyak mungkin kebutuhan pertahannya di dalam negeri. Israel memiliki kemungkinan kepemilikan senjata nuklir, meskipun hal ini tidak diakui secara resmi. Sementara itu, Iran menolak senjata nuklir dan lebih memilih persenjataan rudal konvensional.

Pengalaman Tempur

Israel memiliki pengalaman tempur yang luas dari berbagai konflik, tetapi konflik terbaru di Gaza menunjukkan tantangan baru. Iran juga memiliki pengalaman tempur yang signifikan, terutama dari konflik dengan Irak dan melalui bantuan kepada sekutu-sekutunya seperti Hizbullah.

Sekutu

Sekutu Israel, terutama AS, memiliki kehadiran militer yang kuat di wilayah tersebut. Iran memiliki sekutu regional dan global yang kuat, termasuk Suriah, milisi Irak, Hizbullah di Lebanon, serta dukungan dari Rusia dan China.

Dalam situasi eskalasi, kemampuan dan dukungan dari sekutu masing-masing akan memainkan peran penting dalam dinamika konflik yang mungkin terjadi.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda