DIALEKSIS.COM | Kyiv - Ukraina mengklaim telah menyerang pusat komunikasi satelit Rusia di wilayah Moskow dalam serangan udara yang berlangsung pada Selasa (30/6/2026). Di sisi lain, Rusia menyatakan berhasil mencegat dan menghancurkan ratusan drone Ukraina yang diluncurkan ke wilayahnya sepanjang malam.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan sasaran serangan adalah pusat komunikasi ruang angkasa Dubna, yang disebutnya telah diserang untuk kedua kalinya.
Menurut Zelenskyy, fasilitas tersebut merupakan pusat komunikasi satelit khusus yang digunakan Rusia untuk mendukung operasi militernya di Ukraina, termasuk pengumpulan intelijen dan koordinasi pasukan.
"Ini adalah fasilitas komunikasi satelit khusus yang digunakan, antara lain, untuk pengumpulan intelijen dan koordinasi aktivitas pasukan pendudukan Rusia di Ukraina," ujar Zelenskyy melalui media sosial.
Ia menambahkan bahwa lokasi tersebut berada lebih dari 500 kilometer dari perbatasan Ukraina-Rusia. Zelenskyy juga menyebut pasukan Ukraina dalam beberapa waktu terakhir telah menyerang empat pusat komunikasi serupa, tidak hanya di wilayah Moskow, tetapi juga di wilayah Vladimir.
"Selangkah demi selangkah, kami menjalankan strategi serangan jarak jauh dan mempersulit negara agresor untuk melanjutkan operasi invasinya terhadap Ukraina," kata Zelenskyy.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan sedikitnya 419 drone Ukraina sejak Senin malam.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui saluran Telegram resminya, kementerian tersebut menyebut drone-drone itu ditembak jatuh di sedikitnya 16 wilayah Rusia, termasuk wilayah Moskow serta Krimea yang saat ini berada di bawah kendali Rusia.
Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengatakan sedikitnya 61 drone berhasil ditembak jatuh di wilayah ibu kota Rusia sepanjang malam.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan drone antara kedua negara. Sebelumnya, Ukraina juga dilaporkan menargetkan kilang minyak di wilayah Moskow dalam operasi serangan drone berskala besar. [ks-abc news]
