Beranda / Berita / Dunia / Resesi Nyata 42 Negara Hancur Ekonomi Akibat Covid-19

Resesi Nyata 42 Negara Hancur Ekonomi Akibat Covid-19

Senin, 31 Agustus 2020 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

[Foto: sumber: garudanews]


DIALEKSIS.COM | Jakarta -Berbagai negara mulai terjun bebas ke jurang resesi setelah diterjang gelombang wabah virus corona (Covid-19) sejak awal tahun 2020. Pergerakan roda ekonomi yang lambat akibat banyaknya aturan dan kebijakan untuk menekan penyebaran virus membuat angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 di tiap negara malah mengalami pertumbuhan negatif alias kontraksi.

Resesi paling parah dialami oleh Makau yang merupakan wilayah otonom bagian dari China, sama seperti Hong Kong. Pada kuartal IV-2019, PDB Makau sudah terkontraksi 48,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). Kuartal berikutnya, kontraksi lebih parah menjadi 67,8% YoY.

Makau dikenal sebagai Las Vegas Asia, dengan kasino sebagai kontributor terbesar bagi perekonomian. Tahun lalu, judi dan taruhan (gaming) menyumbang MOP 293,31 miliar. Total PDB Makau adalah MOP 434,7 miliar, artinya kontribusi kegiatan toh-tohan adalah 67,47%.

Pandemi virus corona memaksa Makau untuk menutup diri. Pada Februari, pemerintah Makau menutup kasino selama dua pekan. Namun ketika kasino sudah boleh beroperasi, pengunjung yang datang masih saja sepi dan membuat perekonomian semakin melemah.

Selanjutnya ada Peru yang juga ikut terjun ke jurang resesi dengan PDB terkontraksi 30,2% YoY pada kuartal II-2020. Padahal Peru adalah salah salah satu negara yang paling ketat menjalankan pembatasan sosial, berdasarkan data Social Distancing Index keluaran Citi.

Peru juga menjadi negara Amerika Latin pertama yang menerapkan karantina wilayah (lockdown) pada 16 Maret lalu, dan baru melonggarkan lockdown pada Juni, membuatnya menjadi negara paling yang paling lama 'mengunci' aktivitas publik.

Meski sudah ketat menjalankan social distancing, kasus corona di Peru malah semakin meningkat. Jumlah pasien positif corona mencapai 613.378 orang per 28 Agustus 2020, menjadikan Peru sebagai negara dengan kasus corona terbanyak kedua setelah Brasil di Amerika Selatan.

Berikut daftar 42 negara dan teritori yang mengidap resesi dengan angka pertumbuhan ekonomi kuartal terakhir (%YoY), berdasarkan rangkuman Trading Economics yang dilansir temuan Tim Riset CNBC Indonesia:

Pandemi virus corona memaksa Makau untuk menutup diri. Pada Februari, pemerintah Makau menutup kasino selama dua pekan. Namun ketika kasino sudah boleh beroperasi, pengunjung yang datang masih saja sepi dan membuat perekonomian semakin melemah.

Selanjutnya ada Peru yang juga ikut terjun ke jurang resesi dengan PDB terkontraksi 30,2% YoY pada kuartal II-2020. Padahal Peru adalah salah salah satu negara yang paling ketat menjalankan pembatasan sosial, berdasarkan data Social Distancing Index keluaran Citi.

Peru juga menjadi negara Amerika Latin pertama yang menerapkan karantina wilayah (lockdown) pada 16 Maret lalu, dan baru melonggarkan lockdown pada Juni, membuatnya menjadi negara paling yang paling lama 'mengunci' aktivitas publik.

Meski sudah ketat menjalankan social distancing, kasus corona di Peru malah semakin meningkat. Jumlah pasien positif corona mencapai 613.378 orang per 28 Agustus 2020, menjadikan Peru sebagai negara dengan kasus corona terbanyak kedua setelah Brasil di Amerika Selatan.

Berikut daftar 42 negara dan teritori yang mengidap resesi dengan angka pertumbuhan ekonomi kuartal terakhir (%YoY), berdasarkan rangkuman Trading Economics yang dihimpun Tim Riset CNBC Indonesia:

Pandemi virus corona memaksa Makau untuk menutup diri. Pada Februari, pemerintah Makau menutup kasino selama dua pekan. Namun ketika kasino sudah boleh beroperasi, pengunjung yang datang masih saja sepi dan membuat perekonomian semakin melemah.

Selanjutnya ada Peru yang juga ikut terjun ke jurang resesi dengan PDB terkontraksi 30,2% YoY pada kuartal II-2020. Padahal Peru adalah salah salah satu negara yang paling ketat menjalankan pembatasan sosial, berdasarkan data Social Distancing Index keluaran Citi.

Peru juga menjadi negara Amerika Latin pertama yang menerapkan karantina wilayah (lockdown) pada 16 Maret lalu, dan baru melonggarkan lockdown pada Juni, membuatnya menjadi negara paling yang paling lama 'mengunci' aktivitas publik.

Meski sudah ketat menjalankan social distancing, kasus corona di Peru malah semakin meningkat. Jumlah pasien positif corona mencapai 613.378 orang per 28 Agustus 2020, menjadikan Peru sebagai negara dengan kasus corona terbanyak kedua setelah Brasil di Amerika Selatan.

Berikut daftar 42 negara dan teritori yang mengidap resesi dengan angka pertumbuhan ekonomi kuartal terakhir (%YoY), berdasarkan rangkuman Trading Economics yang dihimpun Tim Riset CNBC Indonesia:

1. Afrika Selatan (0)

2. Albania (-3)

3. Angola (-2)

4. Arab Saudi (-1)

5. Argentina (-5)

6. Austria (-13)

7. Bahrain (-1)

8. Barbados (0)

9. Belanda (-9)

10. Belgia (-14)

11. Belize (-4)

12. Ekuador (-1)

13. Filipina (-16)

14. Finlandia (-5)

15. Guyana Khatulistiwa (-6)

16. Hong Kong (-9)

17. Inggris (-22)

18. Iran (-10)

19. Italia (-17)

20. Jepang (-10)

21. Jerman (-12)

22. Kanada (-13)

23. Latvia (-10)

24. Lebanon (-5)

25. Lebanon (-5)

26. Lituania (-4)

27. Makau (-68)

28. Meksiko (-19)

29. Mongolia (-10)

30. Palestina (-3)

31. Peru (-30)

32. Portugal (-16)

33. Republik Ceska (-11)

34. Singapura (-13)

35. Slowakia (-12)

36. Spanyol (-22)

37. Sudan (-2)

38. Swiss (-9)

39. Thailand (-12)

40. Tunisia (-22)

41. Ukraina (-11)

42. Venezuela (-27)

(cnbcindonesia.com)

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda