Beranda / Berita / Dunia / Pembakaran Alquran di Denmark, Ratusan Demonstran Serbu Zona Hijau Bagdad Irak

Pembakaran Alquran di Denmark, Ratusan Demonstran Serbu Zona Hijau Bagdad Irak

Minggu, 23 Juli 2023 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Ratusan orang di Bagdad berusaha menyerbu Zona Hijau kota itu, daerah yang dijaga ketat dengan sejumlah kedutaan asing dan pusat pemerintahan Irak sebagai reaksi pembakaran Alquran. [Foto: Murtaja Lateef/AFP]


DIALEKSIS.COM | Dunia - Ratusan orang di Bagdad berusaha menyerbu Zona Hijau kota itu, daerah yang dijaga ketat dengan sejumlah kedutaan asing dan pusat pemerintahan Irak.

Hampir 1.000 pengunjuk rasa dibubarkan oleh pasukan keamanan pada Sabtu (22/7/2023) pagi, sebagai reaksi atas pembakaran Alquran yang terjadi sehari sebelumnya oleh kelompok sayap kanan di depan kedutaan Irak di Denmark.

Demonstran meneriakkan dukungan terhadap pemimpin agama dan politik Syiah Irak yang berpengaruh Muqtada al-Sadr, membawa gambar pemimpin dan bendera yang terkait dengan gerakannya, di samping bendera Irak.

“Ya, ya untuk Quran!” teriak para pengunjuk rasa, yang kebanyakan anak muda.

Pasukan keamanan memblokir jembatan Jumhuriya yang mengarah ke Zona Hijau, untuk mencegah pengunjuk rasa mencapai kedutaan Denmark. Protes lain direncanakan di kemudian hari.

Menurut laporan media Denmark, kelompok ultra-nasionalis sayap kanan Danske Patrioter membakar salinan Alquran dan bendera Irak di depan kedutaan Irak di Kopenhagen dan menyiarkan langsung acara tersebut di Facebook.

Menanggapi insiden di Kopenhagen, Kementerian Luar Negeri Irak mengecam keras dan berulang kali insiden pelecehan terhadap Al-Qur'an dan bendera Republik Irak di depan Kedutaan Besar Irak di Denmark, dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Pemerintah mendesak masyarakat internasional “untuk segera berdiri dan bertanggung jawab terhadap kekejaman yang melanggar perdamaian sosial dan koeksistensi di seluruh dunia”.

Pemerintah Irak menegaskan "komitmen penuhnya" terhadap Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik dan menjamin "perlindungan dan keamanan yang diberikan kepada tim diplomatik".

Perdana Menteri Irak memutuskan hubungan diplomatik dengan Swedia sebagai protes atas penodaan tersebut, yang juga memicu tindakan dan kecaman dari negara-negara mayoritas Muslim di Timur Tengah.

Sedangkan kejadian di Swedia itu dilakukan oleh Salwan Momika, seorang pengungsi Kristen Irak berusia 37 tahun di Swedia, yang juga membakar halaman Al Quran pada 28 Juni saat perayaan Hari Raya Idul Adha, insiden sebelumnya juga memicu protes massal di Irak dan kecaman dari negara-negara mayoritas Muslim. [Aljazeera]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda