Caleg
Beranda / Berita / Dunia / Pasca Bicara dengan Erdogan, Rusia Lanjutkan Kesepakatan Ekspor Biji-bijian di Laut Hitam

Pasca Bicara dengan Erdogan, Rusia Lanjutkan Kesepakatan Ekspor Biji-bijian di Laut Hitam

Rabu, 02 November 2022 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kapal-kapal, termasuk yang membawa gandum dari Ukraina dan menunggu inspeksi, terlihat berlabuh di lepas pantai Istanbul pada 02 November 2022. [Foto: Chris McGrath/Getty Images]


DIALEKSIS.COM | Dunia - Rusia mengatakan pada hari Rabu (2/11/2022) bahwa pihaknya bergabung kembali dengan perjanjian yang menjamin perjalanan yang aman bagi kapal pembawa ekspor biji-bijian penting dari Ukraina. 

Hal itu dipandang sebuah langkah yang dapat membantu meredakan kekhawatiran tentang pasokan makanan global yang muncul ketika Moskow menangguhkan partisipasinya dalam pakta tersebut pekan lalu.

Keputusan untuk membalikkan arah dan bergabung kembali dengan perjanjian diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia hanya beberapa hari setelah Moskow mengutip serangan pesawat tak berawak di Kota Sevastopol di Krimea yang diduduki sebagai alasan penarikannya dari kesepakatan.

"Federasi Rusia menganggap bahwa jaminan yang diterima saat ini tampaknya cukup dan melanjutkan implementasi perjanjian," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di saluran Telegram resminya.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdo─čan mengatakan, setelah ia berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, perjanjian itu akan dilanjutkan pada tengah hari waktu Turki pada hari Rabu, menurut kantor berita negara Turki Anadolu.

Turki, bersama PBB, membantu menengahi kesepakatan itu pada Juli 2022.

Perjanjian tersebut menerapkan prosedur yang menjamin keselamatan kapal yang membawa gandum Ukraina, pupuk dan bahan makanan lainnya melalui koridor kemanusiaan di Laut Hitam. Berdasarkan kesepakatan itu, semua kapal yang datang ke dan dari pelabuhan Ukraina diperiksa dan dipantau oleh tim internasional yang terdiri dari pejabat dari Rusia, Ukraina, Turki, dan PBB. [CNN]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda