Beranda / Berita / Dunia / Memanas, Kini Biden Tak Ingin Ketemu Putin Usai Syarat Dialog Damai Ukraina Ditolak Rusia

Memanas, Kini Biden Tak Ingin Ketemu Putin Usai Syarat Dialog Damai Ukraina Ditolak Rusia

Sabtu, 03 Desember 2022 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +


Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kanan). [Foto: Ist]

DIALEKSIS.COM | Washington DC - Gedung Putih meredakan polemik terkait persyaratan yang ditawarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk duduk bersama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas perdamaian Ukraina. Dalam pernyataan terbaru, Gedung Putih menyatakan Biden saat ini 'tidak berniat' untuk menggelar pertemuan dengan Putin. 

"Dia (Biden-red) tidak berniat untuk berbicara dengan Putin sekarang. Dan seperti yang juga dikatakannya, Putin sama sekali tidak menunjukkan kecenderungan untuk tertarik pada dialog apa pun. Bahkan justru sebaliknya," ucap penasihat keamanan nasional Gedung Putih John Kirby kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Sabtu (3/12/2022).

Dalam konferensi gabungan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sedang berkunjung ke Washington DC pada Kamis (1/12/2022) waktu setempat, Biden menyatakan dirinya bersedia untuk berdialog dengan Putin, terutama jika pemimpin Rusia itu tengah 'mencari cara untuk mengakhiri perang' di Ukraina.

Itu menjadi langkah terjauh yang dilakukan Biden dalam menyatakan keterbukaan untuk bertemu Putin, yang memerintahkan pasukan Rusia menginvasi Ukraina sejak sembilan bulan lalu dan memicu gelombang kejut diplomatik dan ekonomi ke seluruh dunia.

Moskow tidak menyambut baik tawaran Biden, dengan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut persyaratan Biden sama saja menyerukan bahwa 'perundingan hanya mungkin dilakukan setelah Putin meninggalkan Ukraina'.

Peskov dalam pernyataannya juga menyebut bahwa Putin sebenarnya siap melakukan dialog untuk memastikan kepentingan Rusia dihormati. Namun sikap AS sendiri telah memperumit kemungkinan terjadinya dialog.

"Presiden Federasi Rusia selalu dan tetap terbuka untuk negosiasi demi mengamankan kepentingan kami," sebut Peskov.

Sementara itu, Kirby dalam pernyataannya juga menegaskan bahwa Barat tidak mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menggelar pembicaraan dengan Rusia ketika pasukan Kiev berulang kali sukses melawan pasukan Moskow yang menginvasi.

"Presiden sama sekali tidak mengindikasikan bahwa sekarang saatnya untuk berunding. Faktanya, dia telah konsisten bahwa hanya Presiden Zelensky yang bisa menentukan apakah dan kapan akan ada penyelesaian yang dirundingkan dan seperti apa keadaan seputar penyelesaian itu," ucap Kirby.

"Perang bisa berakhir hari ini tanpa perundingan, jika Putin melakukan hal yang benar dan meninggalkan Ukraina. Pasukannya tidak pantas berada di sana sejak awal," cetusnya.(Detikcom)


Keyword:


Editor :
Akhyar

riset-JSI
Komentar Anda