DIALEKSIS.COM | Kuala Lumpur - Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan negaranya mampu menjaga pasokan pangan untuk sedikitnya enam bulan. Ia menyebut warga tak perlu menimbun bahan pokok karena persediaan masih mencukupi.
Zahid menyampaikan hal itu kepada wartawan di Kuala Lumpur, Senin (2/11/2026), seusai menghadiri pertemuan kerja sama ekonomi Malaysia dan China. Ia menanggapi kabar bahwa sejumlah negara meminta warganya menyiapkan persediaan darurat untuk mengantisipasi gangguan pasokan.
“Kami tidak melihat perlunya tindakan seperti itu karena ketahanan pangan dan tingkat stok kami mencukupi,” kata Zahid, dikutip CNN Indonesia, Selasa (3/11/2026).
Sehari setelah pernyataan Zahid, Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan di Dewan Rakyat bahwa Malaysia perlu memperkuat kesiapan menghadapi serangan siber dan dampak ketegangan geopolitik. Pemerintah menaruh perhatian pada perlindungan sektor strategis, mulai dari energi dan transportasi hingga layanan keuangan dan pasokan pangan.
Anwar mengatakan Majelis Keamanan Nasional Malaysia telah menggelar rapat khusus pada Senin untuk meninjau cara pemerintah merespons ancaman tersebut. Ia juga menyebut pejabat pemerintah dan gubernur bank sentral akan menggelar rapat terpisah dengan instansi terkait dan lembaga keuangan.