Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Beranda / Berita / Dunia / Karhutla di Indonesia, Malaysia Rencana Buat Hujan Buatan

Karhutla di Indonesia, Malaysia Rencana Buat Hujan Buatan

Minggu, 08 September 2019 19:19 WIB

Font: Ukuran: - +

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Malaysia berencana membuat hujan buatan menyusul kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang terus memburuk menyelimuti sebagian wilayah Negeri Jiran. Indeks pencemaran udara (API) di negara bagian Sarawak bahkan tercatat telah mencapai level tidak sehat.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail menuturkan Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) harus mulai mempertimbangkan kondisi atmosfer di daerah yang terkena dampak asap kebakaran hutan dan lahan.

"Jika Anda ingin melalukan penyemaian awan (cloud seeding) berarti Anda harus mengetahui bahwa ada awan-awan di daerah itu. Jika tidak ada (awan) itu akan percuma," kata Wan Azizah di Kuala Lumpur, Sabtu (7/9).

Wan Azizah mengatakan pihak berwenang akan terus memantau kondisi udara di lapangan. Ia mendesak warga Malaysia terutama di wilayah terdampak kabut asap untuk tetap berada di dalam ruangan dan mengenakan masker wajah setiap melakukan aktivitas di luar.

Pernyataan itu diutarakan Wan Azizah menanggapi kabut asap karhutla yang terus menyelimuti sebagian wilayah Negeri Jiran.

Berdasarkan API, pencemaran polusi udara pada delapan area di Serawak tercatat mencapai tingkat yang tidak sehat. Pencemaran udara di Kuching bahkan telah mencapai kategori sangat tidak sehat dengan index API 204 pada pukul 09.00 waktu lokal hari ini.

Indeks API antara 0-50 dinilai normal, sementara API dengan nilai 51-100 dianggap kategori sedang.

Kabut asap ini terdeteksi berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Dilansir The Straits Times, asap karhutla lintas negara ini berasal dari kebakaran di Kalimantan Barat. Sementara itu, pencemaran udara dengan index API 101-200 dianggap sudah tidak sehat, Api 201-300 dinilai sangat tidak sehat, dan di atas 300 berarti berbahaya. (im/adm)

Editor :
Im Dalisah

Komentar Anda