Jum`at, 10 Juli 2026
Beranda / Berita / Dunia / Jerman Peringatkan Netanyahu, Jangan Gagalkan Damai AS-Iran

Jerman Peringatkan Netanyahu, Jangan Gagalkan Damai AS-Iran

Jum`at, 10 Juli 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kanselir Jerman Friedrich Merz. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto


DIALEKSIS.COM | Berlin - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak mengambil langkah yang dapat mengganggu proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Berlin menilai jalur diplomasi merupakan peluang terbaik untuk meredakan ketegangan dan mengembalikan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Peringatan tersebut disampaikan Merz dalam pembicaraan dengan Netanyahu yang turut membahas perkembangan situasi di Lebanon dan wilayah Palestina.

Juru bicara Kanselir Jerman, Stefanus Kornelius, mengatakan kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai dinamika keamanan di kawasan yang hingga kini masih dibayangi konflik bersenjata.

"Merz menekankan bahwa tidak boleh ada langkah-langkah menuju aneksasi sebagian Tepi Barat secara de facto," ujar Kornelius dalam keterangan resminya, sebagaimana dikutip Anadolu Agency.

Selain itu, Merz juga menegaskan pentingnya menjaga momentum diplomasi yang tengah berlangsung antara Washington dan Teheran.

"Perjanjian kerangka kerja antara Amerika Serikat dan Iran merupakan peluang terbaik untuk menciptakan stabilitas di kawasan," kata Kornelius.

Sikap Jerman itu muncul ketika Amerika Serikat memutuskan menghentikan sementara operasi militernya terhadap Iran setelah sebelumnya melancarkan serangan udara selama dua hari ke sejumlah wilayah di bagian selatan negara tersebut.

Penangguhan operasi militer dilakukan untuk membuka ruang bagi proses diplomasi yang saat ini kembali bergulir. Sejumlah sumber yang mengetahui perkembangan pembicaraan tersebut menyebut Washington tengah mengedepankan jalur negosiasi guna meredakan ketegangan dengan Teheran.

Menurut sumber yang dikutip Anadolu Agency pada Kamis (9/7), strategi Amerika Serikat dilakukan dengan melancarkan serangan terbatas sebelum menghentikannya sementara guna menghindari eskalasi konflik yang lebih luas, sekaligus mempertahankan tekanan sebagai posisi tawar dalam perundingan.

Meski demikian, sumber-sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa Washington tetap menyiapkan berbagai opsi apabila proses diplomasi tidak menghasilkan kemajuan. Kemungkinan operasi militer lanjutan masih terbuka, namun untuk saat ini pemerintah Amerika Serikat memilih memberi kesempatan kepada jalur perundingan.

Pernyataan Jerman dinilai mencerminkan kekhawatiran negara-negara Eropa terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah apabila upaya diplomasi gagal. Berlin berharap seluruh pihak, termasuk Israel, dapat menahan diri agar negosiasi yang sedang berlangsung tidak terganggu dan peluang terciptanya perdamaian tetap terbuka.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI